Badan Geologi Evaluasi Bur Ni Telong, Status Tetap Level II Waspada

  • 08 Agt 2026 20:42 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Redelong - Aktivitas Gunung Bur Ni Telong di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, masih berada pada Level II atau Waspada. Hasil evaluasi menunjukkan adanya sedikit peningkatan gempa vulkanik dalam, sementara asap kawah tidak teramati selama periode pemantauan 16 hingga 31 Juli 2026. Laporan evaluasi tersebut diterbitkan Badan Geologi pada Jumat 7 Agustus 2026.

Berdasarkan pemantauan visual, Gunung Bur Ni Telong terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati selama periode tersebut. Kondisi cuaca bervariasi dari cerah hingga hujan, dengan angin lemah hingga sedang yang bertiup ke sejumlah arah. Suhu udara tercatat sekitar 17 hingga 28 derajat Celsius.

Dari hasil pengamatan instrumental, seismograf beroperasi dengan baik dan merekam aktivitas kegempaan Gunung Bur Ni Telong. Kegempaan didominasi Gempa Vulkanik Dalam atau VA.

Selama periode pemantauan, tercatat tiga kali Gempa Vulkanik Dangkal atau VB, 66 kali Gempa Vulkanik Dalam atau VA, empat kali Gempa Tektonik Lokal, serta 38 kali Gempa Tektonik Jauh.

Badan Geologi menyebut aktivitas Gempa Vulkanik Dalam mengalami sedikit peningkatan dibandingkan periode sebelumnya, dari rata-rata tiga kejadian menjadi empat kejadian per hari. Gempa dangkal juga masih terekam, namun dalam jumlah rendah. Sementara itu, Gempa Terasa tidak terekam selama periode tersebut.

Grafik tiltmeter masih menunjukkan pola mendatar yang mengindikasikan tidak adanya akumulasi tekanan yang signifikan. Meski demikian, kondisi tersebut tetap perlu diwaspadai karena karakteristik kegempaan Gunung Bur Ni Telong dipengaruhi aktivitas gempa tektonik di sekitarnya.

Badan Geologi menyebut potensi bahaya letusan dapat berupa erupsi yang dipicu gempa tektonik di sekitar Gunung Bur Ni Telong maupun erupsi freatik yang dapat terjadi tanpa disertai peningkatan kegempaan yang signifikan.

Ancaman lainnya berupa hembusan gas-gas vulkanik di sekitar tembusan solfatara dan fumarol yang dapat membahayakan apabila konsentrasi gas yang terhirup melebihi ambang batas aman.

Sejalan dengan status Level II Waspada, masyarakat serta pengunjung atau pendaki direkomendasikan untuk tidak mendekati area kawah Bur Ni Telong dalam radius dua kilometer.

Masyarakat juga diminta tidak berada di daerah fumarol dan solfatara ketika cuaca mendung atau hujan karena dikhawatirkan muncul konsentrasi gas yang dapat membahayakan kehidupan.

Pemerintah daerah provinsi dan kabupaten juga direkomendasikan untuk terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Bur Ni Telong di Desa Serule Kayu, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, maupun dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.

Tingkat aktivitas Gunung Bur Ni Telong akan dievaluasi kembali secara berkala atau apabila terjadi perubahan aktivitas yang signifikan. Status Level II Waspada dan rekomendasi tersebut tetap berlaku selama laporan evaluasi berikutnya belum diterbitkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....