Gempa Vulkanik dan Tektonik Tercatat di Bur Ni Telong, Status Masih Level II Waspada

  • 02 Agt 2026 09:56 WIB
  •  Takengon
Poin Utama
  • Gunung Bur Ni Telong di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengalami dua gempa vulkanik dalam dan dua gempa tektonik jauh dalam kurun waktu 24 jam pada 1 Agustus 2026.
  • Gempa vulkanik dalam yang terekam memiliki amplitudo 4–62 milimeter dengan durasi 16–21 detik, menunjukkan variasi aktivitas bawah permukaan yang signifikan.
  • Aktivitas gempa tektonik jauh tercatat dengan amplitudo 3–18 milimeter dan durasi lebih panjang (51–82 detik), memerlukan pemantauan berkelanjutan untuk mengantisipasi potensi bencana.

RRI.CO.ID, Redelong : Bener Meriah – Aktivitas kegempaan di Gunung Bur Ni Telong, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, masih menunjukkan dinamika yang perlu diwaspadai. Berdasarkan laporan pengamatan periode 1 Agustus 2026 pukul 00.00–24.00 WIB, petugas mencatat terjadinya dua gempa vulkanik dalam dan dua gempa tektonik jauh selama 24 jam terakhir.

Gempa vulkanik dalam yang terekam memiliki amplitudo antara 4 hingga 62 milimeter, dengan selisih waktu gelombang S-P 0,6–1,1 detik serta durasi 16–21 detik. Sementara itu, aktivitas gempa tektonik jauh tercatat sebanyak dua kali dengan amplitudo 3–18 milimeter, waktu S-P 12–16 detik, dan durasi 51–82 detik.

Dari hasil pengamatan visual, kondisi puncak Gunung Bur Ni Telong umumnya terlihat jelas hingga tertutup kabut tipis (kabut 0–I). Pengamatan juga menunjukkan tidak adanya asap kawah yang keluar selama periode pemantauan.

Cuaca di sekitar gunung didominasi kondisi berawan, mendung, dan hujan, dengan suhu udara berkisar 17 hingga 24 derajat Celsius. Angin bertiup lemah ke arah timur laut dan timur. Hujan juga dilaporkan turun pada pukul 19.30 hingga 20.30 WIB.

Meski aktivitas kegempaan masih terpantau, status Gunung Bur Ni Telong tetap berada pada Level II (Waspada). Masyarakat diimbau untuk tetap mematuhi rekomendasi dari petugas pemantauan gunung api.

Warga, wisatawan, maupun pendaki diminta tidak mendekati kawasan kawah Bur Ni Telong dalam radius dua kilometer, serta menghindari area fumarola dan solfatara, terutama saat kondisi cuaca mendung atau hujan karena berpotensi membahayakan.

Laporan aktivitas Gunung Bur Ni Telong periode 1 Agustus 2026 ini disusun oleh Muhammad Saiful Zulkiram sebagai petugas pemantau gunung api.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....