Jadikan Membaca dan Menulis sebagai Fondasi Kemajuan Peradaban

  • 30 Jul 2026 09:58 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon – Membaca, menulis, dan mencintai ilmu pengetahuan merupakan fondasi utama yang melahirkan kemajuan sebuah peradaban. Pesan tersebut disampaikan Tgk. Dr. Al Musanna, M.Ag. dalam Ceramah Subuh yang berlangsung secara langsung dari Masjid Agung Ruhamah Takengon dan disiarkan melalui Pro 1 RRI Takengon, Kamis, 30 Juli 2026.

Dalam ceramahnya, Tgk. Al Musanna menegaskan bahwa Islam sejak awal telah menempatkan ilmu sebagai pilar utama kehidupan. Hal itu tercermin dari wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang mengajarkan pentingnya membaca serta penggunaan alat tulis sebagai sarana menjaga dan menyebarkan ilmu pengetahuan.

Menurutnya, kemajuan peradaban Islam tidak terlepas dari tradisi membaca, menulis, dan mendokumentasikan ilmu. Semangat tersebut diwariskan Rasulullah SAW kepada para sahabat hingga melahirkan generasi ilmuwan yang memberikan kontribusi besar bagi perkembangan ilmu pengetahuan dunia. Ia juga mengutip pandangan seorang ilmuwan asal Kanada yang menyebut tidak ada agama yang memberikan perhatian begitu besar terhadap aktivitas membaca, menulis, dan penyebaran ilmu sebagaimana Islam.

Dalam kesempatan itu, Tgk. Al Musanna mengangkat sebuah buku berjudul Memahat Kata Mengubah Dunia yang memuat kisah para penulis besar dalam sejarah dunia. Menurutnya, tulisan memiliki kekuatan luar biasa karena mampu menginspirasi, membentuk kesadaran, bahkan menggerakkan perubahan dalam masyarakat. Ia mengibaratkan kata-kata yang ditulis memiliki pengaruh yang tidak kalah besar dibandingkan kekuatan kekuasaan.

"Tulisan membuat ingatan manusia menjadi lebih panjang. Ilmu yang ditulis akan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya sehingga manfaatnya tidak berhenti pada satu tempat atau satu zaman," jelasnya.

Ia mencontohkan bagaimana sejarah Islam, termasuk Sirah Nabawiyah, dapat dipelajari hingga saat ini karena diwariskan melalui tulisan. Demikian pula berbagai peradaban besar di dunia selalu dibangun di atas penghargaan terhadap ilmu pengetahuan. Sebaliknya, kemunduran sering kali terjadi ketika tradisi keilmuan dan perpustakaan mengalami kehancuran.

Tgk. Al Musanna juga mengingatkan bahwa membaca bukan sekadar menambah wawasan, tetapi juga memperluas cara pandang terhadap kehidupan. Melalui bacaan, seseorang dapat belajar dari pengalaman orang-orang terdahulu, memahami sebab-sebab kejayaan maupun kehancuran suatu bangsa, serta mengambil pelajaran agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Ia mengutip pesan Al-Qur'an yang mengajak manusia memperhatikan perjalanan sejarah umat terdahulu sebagai bahan renungan. Menurutnya, hukum-hukum kehidupan yang berlaku pada masa lalu tetap relevan hingga saat ini, sehingga umat Islam dituntut untuk terus belajar dan mengambil hikmah dari berbagai peristiwa sejarah.

Mengakhiri ceramahnya, Tgk. Al Musanna mengajak masyarakat untuk menjadikan membaca sebagai bagian dari ibadah dan bentuk pengamalan terhadap perintah Allah SWT. Dengan terus belajar dan memperluas ilmu pengetahuan, umat Islam diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi kehidupan serta meninggalkan warisan kebaikan yang dapat menjadi pelajaran bagi generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....