Perempuan Harus Melek Teknologi tanpa Kehilangan Daya Kritis
- 25 Apr 2026 12:30 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon - Pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan di kalangan pelajar dinilai berpotensi menurunkan kemampuan berpikir kritis jika tidak digunakan secara bijak. Hal ini disampaikan Kepala SMA Negeri 11 Takengon, Vera Hastuti, dalam dialog interaktif di Radio Republik Indonesia Pro 1 Takengon, Kamis 23 April 2026.
Dalam siaran bertema Perempuan Berkarya Tanpa Batas: Inspirasi dari Dunia Pendidikan dan Literasi yang berlangsung di Pro 1 RRI Takengon, Vera menegaskan bahwa teknologi bukan untuk dihindari, melainkan harus diarahkan agar mendukung proses pembelajaran.
“Jika anak terlalu bergantung pada teknologi, maka yang hilang adalah kemampuan berpikir kritis. Padahal itu inti dari pendidikan,” ujarnya.
Menurut Vera, kondisi ini menjadi tantangan nyata bagi guru di era digital. Di satu sisi, teknologi membuka akses informasi tanpa batas, namun di sisi lain juga mendorong pola pikir instan pada siswa. Untuk itu, beberapa sekolah mulai membatasi penggunaan gawai di lingkungan belajar sebagai langkah awal pembentukan karakter.
Selain teknologi, Vera juga menyoroti rendahnya minat baca dan menulis di kalangan pelajar. Ia menyebutkan bahwa budaya literasi masih perlu diperkuat karena menjadi fondasi utama dalam menciptakan generasi yang cerdas dan kreatif.
“Menulis lahir dari membaca. Kalau minat baca rendah, maka sulit melahirkan penulis-penulis muda,” jelasnya.
Dalam dialog yang dipandu penyiar Madyana tersebut, Vera juga membagikan perjalanan kariernya sejak menjadi guru pada 2009 hingga kini menjabat sebagai kepala sekolah. Ia menekankan pentingnya konsistensi dan semangat belajar bagi perempuan untuk terus berkembang.
Momentum Hari Kartini, lanjutnya, menjadi pengingat bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam dunia pendidikan. Bahkan di Aceh Tengah, mayoritas tenaga pendidik didominasi perempuan.
“Perempuan harus mampu berkarya tanpa batas, baik di rumah, di sekolah, maupun di masyarakat,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi membutuhkan kolaborasi antara guru, orang tua, dan lingkungan.
Melalui siaran ini, Radio Republik Indonesia Takengon berharap dapat mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya literasi dan peran perempuan dalam membangun generasi masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....