Tiga Pelajaran Penting dari Tahapan Hijrah Rasulullah SAW
- 13 Jun 2026 12:06 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID. Takengon : Dr. Tgk. Ali Mustafa, MA menyampaikan tausiah subuh yang disiarkan secara langsung oleh Pro 1 RRI Takengon pada Sabtu, 13 Juni 2026. Mengawali ceramahnya, beliau mengajak jamaah untuk senantiasa memanjatkan rasa syukur kepada Allah SWT serta memperbanyak selawat kepada Baginda Rasulullah SAW sebagai teladan terbaik bagi umat manusia.
Dalam tausiahnya, Dr. Tgk. Ali Mustafa mengupas tiga pelajaran penting yang dapat dipetik dari tahapan hijrah Rasulullah SAW. Menurut beliau, hijrah bukan sekadar perpindahan tempat, tetapi juga sebuah proses perjuangan, pengorbanan, dan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.
Pelajaran pertama adalah tentang keteguhan Rasulullah SAW dalam berdakwah. Beliau menjelaskan bahwa Rasulullah diperintahkan berdakwah selama 13 tahun di Makkah. Tiga tahun pertama dilakukan secara sembunyi-sembunyi, kemudian dilanjutkan selama 10 tahun secara terang-terangan. Namun, dakwah yang dilakukan Rasulullah tidak selalu mendapatkan sambutan yang baik. Berbagai intimidasi, ejekan, hinaan, hingga ancaman pembunuhan terus dihadapi beliau dan para pengikutnya.
“Ketika kondisi lingkungan sudah tidak memungkinkan untuk melanjutkan dakwah dengan aman, maka Allah SWT memerintahkan Rasulullah SAW untuk berhijrah,” jelasnya.
Pelajaran kedua berkaitan dengan kelompok-kelompok yang muncul saat proses hijrah berlangsung. Menurut Dr. Tgk. Ali Mustafa, setidaknya terdapat tiga golongan yang dapat dijadikan pelajaran bagi umat Islam.
Golongan pertama adalah Al-Muhajirin, yaitu mereka yang memiliki komitmen tinggi untuk berhijrah demi mempertahankan iman dan kebenaran, apa pun risiko yang harus dihadapi. Golongan kedua adalah Al-Anshar, yaitu mereka yang membantu, mendukung, dan memberikan perlindungan kepada orang-orang yang berhijrah. Sedangkan golongan ketiga adalah kaum musyrikin, yakni kelompok yang memusuhi, menghalangi, bahkan memerangi Rasulullah SAW dan para pengikutnya.
Dalam kesempatan tersebut, beliau juga mengutip firman Allah SWT yang memuliakan kaum Muhajirin dan Anshar sebagai generasi terbaik yang lebih dahulu beriman dan berjuang di jalan Allah.
Pelajaran ketiga adalah relevansi peristiwa hijrah dengan kehidupan saat ini. Menurutnya, ketiga kelompok tersebut masih dapat ditemukan dalam kehidupan masyarakat modern. Ada orang-orang yang menjadi pelaku perubahan menuju kebaikan, ada yang mendukung dan membantu perjuangan tersebut, dan ada pula yang justru menghalangi serta menentangnya.
“Karena itu, mari kita bertanya kepada diri sendiri, di kelompok manakah kita berada? Apakah kita termasuk orang yang berani melakukan perubahan menuju kebajikan, menjadi penolong bagi mereka yang berjuang di jalan kebaikan, atau justru menjadi pihak yang menghambat dan menentang perubahan tersebut?” ungkapnya.
Di akhir tausiah, Dr. Tgk. Ali Mustafa mengajak umat Islam untuk meneladani semangat hijrah Rasulullah SAW dengan terus memperbaiki diri, memperkuat komitmen dalam menjalankan ajaran agama, serta menjadi bagian dari kelompok yang mendukung dan menyebarkan kebaikan di tengah masyarakat. Dengan demikian, nilai-nilai hijrah tidak hanya menjadi kisah sejarah, tetapi juga menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....