LIPGA Tutup Program Lingkungan dengan Gebyar Daur Ulang di Danau Laut Tawar
- 31 Mei 2026 19:44 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID,Takengon - LSM Lembaga Ikatan Pemuda Gayo Antara (LIPGA), resmi menutup Program Gerakan Kampung Sadar dan Peduli Lestari di kawasan seputar Danau Laut Tawar, Aceh Tengah.
Acara diakhiri dengan kegiatan Gebyar Lingkungan dan Lomba Produk Kerajinan Daur Ulang Tingkat Pelajar yang digelar, Sabtu 30 Mei 2026.
Mengusung tema “Sampah adalah Berkah: Ubah Sampah Plastik Menjadi Karya Bernilai”, kegiatan ini menjadi puncak rangkaian program yang telah berlangsung selama Tiga bulan, sejak Maret hingga Mei 2026.
Direktur Eksekutif LIPGA, Sunardi Gustiawan SB, M.AP, mengatakan program itu diperoleh melalui proses seleksi ketat tingkat nasional, dengan skema hibah dan perjanjian kemitraan antara LIPGA dan Yayasan Penabulu.
“Program dimulai dengan pengenalan, sosialisasi, pelatihan pengelolaan sampah dan tanggap bencana, pembentukan bank sampah, kampanye lingkungan, gotong royong hingga monitoring dan evaluasi,” kata Gusti.
Dijelaskan, program tersebut dirancang untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan, khususnya di kawasan Danau Laut Tawar yang selama ini masih menghadapi persoalan sampah.
Menurutnya, sejumlah target yang ingin dicapai antara lain mengurangi sampah yang dibuang sembarangan ke danau dan saluran air dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah.
Kemudian mendorong peningkatan ekonomi melalui pembentukan bank sampah, menciptakan produk kerajinan daur ulang bernilai ekonomi, serta memperkuat budaya gotong royong di tingkat kampung.
“Kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa sampah adalah tanggung jawab bersama. Karena itu, selain edukasi, kami juga mendorong aksi nyata melalui gerakan ‘Lihat dan Ambil Sampah’ serta kampanye ‘Sampahku Tanggung Jawabku’,” ujarnya.
Dirinya mengakui, waktu pelaksanaan program yang hanya berlangsung selama Tiga bulan belum cukup untuk mengubah pola pikir seluruh masyarakat secara menyeluruh.
“Ini adalah pilot project yang perlu ditindaklanjuti oleh pemerintah kabupaten, kecamatan, dan kampung agar menjadi program prioritas di wilayah masing-masing,” katanya.
Gusti menegaskan, persoalan pengelolaan sampah dan kesiapsiagaan bencana harus menjadi perhatian serius dari semua pihak.
“Pengelolaan sampah dan tanggap bencana merupakan hal yang darurat dan penting untuk dilakukan. Apalagi setelah bencana besar, yang terjadi di Aceh pada 26 November 2025 lalu,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Uni Eropa dan Yayasan Penabulu melalui Program CO-EVOLVE 2, Lokadaya, serta skema hibah Lokadana," sebutnya.
"Terima kasih juga kepada Pemerintah Kabupaten, kecamatan, pemerintah kampung, dan seluruh masyarakat penerima manfaat yang telah berpartisipasi dan mendukung program ini,” pungkasnya lagi.
Melalui kegiatan ini LIPGA berharap semangat menjaga lingkungan dan mengelola sampah secara berkelanjutan terus tumbuh di kampung-kampung sekitar Danau Laut Tawar.(FJ)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....