LIPGA dan KTH GFNP Siapkan Kebun Induk Kopi 30 Hektare
- 14 Jun 2026 10:18 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID,Takengon - LSM Lembaga Ikatan Pemuda Gayo Antara (LIPGA) dan Kelompok Tani Hutan (KTH) Gayo Forest Natural Park (GFNP), terus matangkan rencana pengembangan kebun induk kopi Arabika berkelanjutan.
Kebun tersebut direncanakan memiliki luas sebanyak 30 hektare di kawasan Hulu DAS Meureubo, Kampung Berawang Baro, Kecamatan Atu Lintang, Kabupaten Aceh Tengah.
Upaya itu ditandai dengan pelaksanaan Sekolah Lapangan yang digelar, Sabtu 13 Juni 2026. Sebagai bagian dari program penguatan ketahanan ekologis dan ekonomi masyarakat di kawasan hutan lindung.
Direktur Eksekutif LIPGA, Sunardi Gustiawan mengatakan pengembangan kebun induk merupakan hasil dari serangkaian proses yang telah dilakukan bersama masyarakat.
Mulai dari pemetaan partisipatif, observasi tanah di 40 titik hingga lokakarya perencanaan yang melibatkan sejumlah instansi terkait.
"Dari total blok pemanfaatan seluas 183 hektare, disepakati 30 hektare akan menjadi kebun induk kopi Arabika. Sementara sisanya akan dikembangkan untuk komoditas pendukung seperti alpukat, jeruk dan tanaman hortikultura," ujarnya
Program ini mendapat dukungan dari Nusantara Fund dan WALHI Aceh, serta akan dilanjutkan dengan pendampingan teknis, penyusunan protokol kebun induk, konsultasi perizinan hingga kegiatan open house yang akhir Juni nanti.
Dalam kegiatan sekolah lapangan, peserta mendapatkan materi mengenai pertanian presisi dan regeneratif yang disampaikan oleh Zulfikar Ahmad.
Dirinya menekankan pentingnya pengelolaan lahan yang tepat dan berkelanjutan untuk menjaga produktivitas kopi sekaligus kesehatan tanah.
"Bertani harus tepat ukuran, tepat lokasi, tepat waktu dan tepat jumlah. Yang paling penting adalah menjaga kesehatan tanah karena kualitas kopi berawal dari kondisi tanah yang baik," katanya.
Materi dilanjutkan dengan praktik lapangan yang dipandu praktisi kopi, Zaini. Peserta mempelajari teknik pembuatan lubang resapan, pengolahan pupuk kompos, hingga penanaman tanaman penutup tanah untuk mendukung konservasi lahan.
Ketua dan anggota KTH GFNP yang mengikuti kegiatan tersebut menyambut antusias pelatihan yang diberikan. Mereka berharap rencana pembangunan kebun induk kopi seluas 30 hektare dapat segera terealisasi.
Melalui program ini, masyarakat berharap kopi Gayo yang tumbuh di kawasan hulu DAS Meureubo tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga berkontribusi menjaga fungsi lingkungan dan ketersediaan sumber air.(FJ)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....