Tiga Amalan Baik, Keikhlasan, Kesabaran, dan Sedekah

  • 17 Mei 2026 05:41 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon : Keikhlasan, Kesabaran, dan Sedekah menjadi tiga amalan yang disebut tidak pernah “menghitung-hitung” pahala di sisi Allah SWT. Pesan itulah yang menjadi inti ceramah subuh live di Masjid Agung Ruhama Takengon, Minggu, 17 Mei 2026, yang disampaikan oleh Tgk. Syahria Putraga dalam kajian QS Fussilat ayat 46. Ceramah subuh ini turut disiarkan disiarkan PRO 1 RRI Takengon di FM 93 MHz.

Dalam tausiyahnya, Tgk. Syahria membacakan arti ayat tersebut, “Barangsiapa mengerjakan kebajikan maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa berbuat jahat maka (dosanya) menjadi tanggungan dirinya sendiri; dan Tuhanmu sama sekali tidak menzalimi hamba-hamba(-Nya).” Ayat ini menegaskan bahwa setiap manusia bertanggung jawab penuh terhadap amal perbuatannya masing-masing.

"Setiap amal saleh yang dilakukan manusia, baik ibadah kepada Allah maupun hubungan sosial terhadap sesama, manfaat dan pahalanya akan kembali kepada diri sendiri. Sebaliknya, dosa dan dampak buruk dari perbuatan jahat juga sepenuhnya menjadi tanggungan pelaku dan tidak dibebankan kepada orang lain," disampaikan Tgk. Syahria.

Menurut Tgk. Syahria, ayat tersebut juga menunjukkan keadilan Allah SWT yang sempurna. Allah tidak akan mengurangi pahala dari setiap amal kebaikan yang dilakukan hamba-Nya, serta tidak akan menghukum seseorang melebihi kadar dosa yang diperbuatnya.

Kajian subuh itu turut menjadi pengingat bagi jamaah untuk terus konsisten menanam kebajikan dalam kehidupan sehari-hari. Setiap kebaikan yang dilakukan dengan hati tulus, kata beliau, pasti akan memberikan manfaat dan balasan, baik di dunia maupun di akhirat.

Dalam ceramahnya, Tgk. Syahria juga mengutip pandangan Al-Ghazali tentang tiga amalan baik yang dilakukan tanpa perhitungan. Pertama, beramal dengan penuh keikhlasan semata-mata karena Allah SWT. Kedua, bersabar dalam menghadapi setiap ujian kehidupan. Ketiga, gemar bersedekah tanpa mengharapkan balasan dari manusia.

Ketiga amalan tersebut, lanjutnya, menjadi tanda hati yang bersih dan keyakinan yang kuat kepada Allah SWT. Ia mengajak jamaah untuk membiasakan diri berbuat baik tanpa pamrih serta memperkuat kepedulian sosial melalui sedekah dan bantuan kepada sesama.

Ceramah subuh live di Masjid Agung Ruhamah Takengon ditutup dengan doa bersama agar masyarakat senantiasa diberikan kekuatan untuk menjaga keikhlasan, kesabaran, serta istiqamah dalam menebarkan kebaikan di tengah kehidupan bermasyarakat.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....