Empat Sifat Pengangkat Derajat Manusia di Sisi Allah SWT
- 02 Jun 2026 07:58 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon – Kesabaran, tawaduk, kedermawanan, dan akhlak mulia menjadi empat sifat utama yang diyakini dapat mengangkat derajat seseorang di sisi Allah SWT. Pesan tersebut disampaikan Rektor IAIN Takengon, Prof. Dr. Ridwan Nurdin, M.C.L., dalam Ceramah Subuh di Masjid Agung Ruhama, Minggu, 31 Mei 2026.
Di hadapan jamaah subuh, Prof. Ridwan menjelaskan bahwa seseorang tidak harus memiliki ilmu dan amal yang banyak untuk memperoleh kemuliaan di sisi Allah. Menurutnya, terdapat empat karakter yang dapat menjadi jalan diangkatnya derajat seorang hamba, yakni sabar, tawaduk, dermawan, dan berakhlak baik.
Mengutip sebuah hikmah dalam kitab para ulama, ia menjelaskan bahwa sifat sabar merupakan fondasi utama dalam menjalani kehidupan. Sabar bukan sekadar menahan diri, tetapi kemampuan menerima ujian tanpa banyak mengeluh serta tetap menjalani kehidupan dengan penuh keteguhan.
“Sabar itu terlihat ketika seseorang mampu bertahan dalam keadaan yang menurut orang lain sangat berat untuk dijalani,” ujarnya.
Selain sabar, Prof. Ridwan menekankan pentingnya tawaduk atau rendah hati. Menurutnya, tawaduk bukan berarti rendah diri, melainkan sikap menerima ketentuan Allah dengan lapang dada dan tidak merasa lebih tinggi dari orang lain.
Ia menggambarkan kehidupan manusia seperti taman bunga yang indah karena memiliki beragam warna dan bentuk. Perbedaan kondisi hidup, rezeki, dan kedudukan manusia merupakan bagian dari ketetapan Allah yang harus diterima dengan penuh syukur.
Dalam ceramah tersebut, Prof. Ridwan juga menyoroti semangat gotong royong masyarakat yang membantu pembukaan akses jalan menuju kawasan Enang-Enang. Ia menyebut bantuan yang diberikan masyarakat, baik berupa uang, material bangunan, maupun tenaga, sebagai contoh nyata dari sifat dermawan yang diajarkan Islam.
Menurutnya, nilai utama dari sedekah dan bantuan sosial bukan terletak pada besar kecilnya bantuan yang diberikan, melainkan pada ketakwaan dan keikhlasan yang melatarbelakanginya.
“Allah tidak menerima pasir, semen atau uang yang kita berikan. Yang Allah terima adalah ketakwaan dan keikhlasan kita,” kata Prof. Ridwan.
Ia mengapresiasi masyarakat dari berbagai kampung yang ikut berpartisipasi membantu pembangunan jalan tersebut. Semangat saling membantu, menurutnya, merupakan modal sosial yang sangat penting dalam membangun kesejahteraan bersama.
Sementara itu, sifat terakhir yang menjadi penentu kemuliaan seseorang adalah akhlak yang baik. Prof. Ridwan mengingatkan jamaah agar selalu menjaga ucapan dan perbuatan sehingga tidak menyakiti orang lain.
“Jika ingin hidup harmonis, jagalah dua hal, yaitu lisan dan tangan. Jangan sampai keduanya menjadi sumber ketidaknyamanan bagi orang lain,” pesannya.
Menutup ceramahnya, Prof. Ridwan mengajak jamaah meneladani perjuangan para nabi dan generasi terdahulu yang mampu mengubah kehidupan melalui kerja keras, kesungguhan, dan pengorbanan. Ia berharap nilai kesabaran, ketawadukan, kedermawanan, serta akhlak mulia dapat terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat.
“Dengan empat sifat tersebut, insya Allah derajat manusia akan semakin mulia di hadapan Allah SWT dan bermanfaat bagi sesama,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....