Zulkarnain Tekankan Literasi Keuangan Digital dalam Seminar Fiqh Siyasah
- 13 Mei 2026 08:50 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon: Guru Besar IAIN Takengon, Prof. Zulkarnain, tampil sebagai narasumber dalam seminar bertajuk Fiqh Siyasah dalam Era Demokrasi Digital yang diselenggarakan oleh Pascasarjana STAIN Meulaboh, Program Studi Ekonomi Syari’ah, pada 8 Mei 2025.
Dalam pemaparannya, Zulkarnain menyoroti pentingnya memahami epistemologi siyasah di era digital, dengan menekankan bahwa manusia sebagai makhluk komunal membentuk peradaban melalui tiga pilar utama, ekonomi, agama, dan politik.
Ia menjelaskan bahwa uang merupakan kelanjutan dari sistem barter, yang awalnya berbentuk koin logam mulia, kemudian beralih ke kertas, dan kini berkembang menjadi cip digital.
Transformasi uang ini, menurutnya, merupakan konsekuensi dari pesatnya kemajuan industri, teknologi komunikasi, dan transportasi.
“Nilai dan perputaran uang kini sepenuhnya berada dalam jaringan digital,” ujarnya kepada RRI, Rabu 13 Mei 2026.
Dalam konteks tersebut, Zulkarnain menekankan perlunya literasi keuangan digital bagi masyarakat Muslim, khususnya generasi muda, agar terhindar dari dampak negatif penggunaan teknologi finansial. Ia menambahkan bahwa keilmuan ekonomi syari’ah harus berperan aktif dalam memberikan kontribusi terhadap literasi tersebut.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa konsep dasar dan nilai normatif Islam tetap menjadi fondasi kuat dalam tata laku ekonomi masyarakat digital. Terminologi halal, haram, mubah, dan makruh harus dikonseptualisasi sesuai kaidah Islam agar relevan dengan perkembangan zaman.
Seminar ini diharapkan Prof. Zulkarnain menjadi ruang diskusi akademik yang memperkuat pemahaman generasi muda terhadap tantangan ekonomi digital sekaligus menjaga nilai-nilai syari’ah dalam praktik kehidupan modern.
Ketua Program Studi Magister Ekonomi Syariah (MES) Pascasarjana STAIN Meulaboh, Mukhsinuddin, menegaskan bahwa seminar bertajuk Fiqh Siyasah dalam Era Demokrasi Digital memiliki arti penting dalam memperkuat basis riset di lingkungan akademik.
Mukhsinuddin yang juga kandidat Guru Besar menyatakan, kegiatan salah satu ikhtiar kita untuk membumikan praksis ekonomi syariah dalam dinamika demokrasi digital saat ini.
Ketua STAIN Meulaboh, Prof. Syamsuar, menilai tingginya minat masyarakat terhadap Program Studi Magister Ekonomi Syariah (MES) sebagai sinyal positif bagi perkembangan lembaga. Menurutnya, jumlah peminat saat ini bahkan telah melampaui kapasitas daya tampung yang tersedia.
“Antusiasme ini menjadi indikasi kuat bahwa lembaga kita siap bertransformasi menjadi IAIN. Dengan status baru nanti, kita akan memiliki kapasitas pengelolaan keilmuan yang lebih luas untuk menjawab harapan para pemangku kepentingan,” tegas Prof. Syamsuar .
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....