Pola Asuh Bijak: Bebas Dari Narkoba dan Kekerasan
- 27 Apr 2026 07:56 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon : Program dialog interaktif yang disiarkan secara langsung oleh RRI Takengon pada 22 April 2026 mengangkat tema penting bertajuk “Pola Asuh Bijak: Bebas dari Narkoba dan Kekerasan”. Dialog ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Dra. Syulmi Ernita Rivai dan Firman Ramdhani, yang membahas peran keluarga dalam mencegah serta menangani penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya).
Dalam pemaparannya, Syulmi Ernita Rivai menjelaskan bahwa FSG YKPI (Family Support Group) merupakan kelompok dukungan bagi keluarga yang terdampak penyalahgunaan zat adiktif. FSG secara resmi berdiri pada 5 November 1999, meskipun embrionya telah ada sejak tahun 1995.
Ia mengenang masa awal terbentuknya komunitas tersebut, ketika banyak anak-anak yang terjerat penyalahgunaan NAPZA, namun keluarga tidak mengetahui harus mencari bantuan ke mana. Bahkan pada masa itu, beberapa anak terpaksa dikirim ke Yayasan Keluarga Pengasih Malaysia untuk menjalani rehabilitasi.
“Dari kondisi itulah muncul kesadaran bahwa keluarga juga membutuhkan wadah pendampingan. Hingga saat ini, FSG YKPI telah membantu lebih dari 500 keluarga, namun masih banyak keluarga lain yang membutuhkan dukungan serupa,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa persoalan penyalahgunaan narkoba bukan hanya masalah individu, melainkan juga persoalan keluarga dan lingkungan. Oleh karena itu, pendekatan yang dilakukan tidak cukup hanya pada korban, tetapi juga harus melibatkan keluarga secara aktif.
Sementara itu, psikolog Firman Ramdhani menyoroti pentingnya peran keluarga dalam proses pencegahan hingga pemulihan. Menurutnya, selama ini faktor keluarga sering dianggap kurang penting, padahal justru menjadi kunci utama keberhasilan rehabilitasi.
“Banyak kasus menunjukkan bahwa setelah anak selesai menjalani rehabilitasi, mereka tidak memiliki sistem dukungan yang kuat di rumah. Padahal, lingkungan keluarga seharusnya menjadi tempat yang aman dan mampu memberikan pengawasan berkelanjutan,” jelasnya.
Firman menambahkan bahwa keterlibatan keluarga tidak boleh hanya sebatas emosional. Orang tua juga perlu memahami aspek psikologis anak, termasuk cara berkomunikasi, mengelola konflik, serta memberikan dukungan yang sehat tanpa kekerasan.
Ia menekankan bahwa ketika seorang anak menjalani rehabilitasi, keluarga juga harus ikut “direhabilitasi” dalam arti belajar memperbaiki pola asuh, membangun komunikasi yang efektif, serta menciptakan lingkungan yang mendukung proses pemulihan.
Dialog ini menjadi pengingat bahwa pola asuh bijak merupakan fondasi utama dalam mencegah anak terjerumus pada penyalahgunaan narkoba dan perilaku kekerasan. Keluarga tidak hanya berperan sebagai pengawas, tetapi juga sebagai pendidik, pelindung, dan sumber kasih sayang yang konsisten.
Melalui kolaborasi antara lembaga seperti FSG YKPI, tenaga profesional, dan peran aktif keluarga, diharapkan generasi muda dapat tumbuh sehat, kuat, serta bebas dari ancaman narkoba dan kekerasan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....