Pemerintah Aceh Tetapkan Status Siaga Bencana Hidrometeorologi hingga 20 April
- 14 Apr 2026 10:35 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon: Pemerintah Aceh menetapkan status siaga bencana hidrometeorologi di sejumlah kabupaten/kota mulai 13 hingga 20 April 2026. Kebijakan ini diambil menyusul peringatan cuaca ekstrem dari BMKG terkait potensi hujan lebat.
Sekretaris Daerah Aceh, M Nasir, menyebut periode siaga ini sangat krusial untuk meminimalkan dampak bencana. Hal tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi bersama Tim SAR dan BMKG di Banda Aceh, Senin (13 April 2026).
“Kami meminta BPBD di kabupaten/kota untuk melakukan aktivasi posko dan memantau perkembangan cuaca secara real-time bersama BMKG dan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA)," ujarnya dilansir Antara pada Senin (13/4).
Sebelumnya BMKG melaporkan kondisi atmosfer Aceh dipengaruhi pola siklonik, shearline, dan konvergensi. Faktor-faktor ini meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.
| Baca juga: Pemkab Aceh Tengah Kembali Raih WTP ke-17 |
Akibatnya, hampir seluruh wilayah Aceh berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat. Kondisi ini dapat memicu banjir, tanah longsor, dan angin kencang pada periode 11–20 April 2026.
Menanggapi situasi tersebut, Sekda meminta pemerintah daerah melakukan langkah mitigasi meliputi normalisasi drainase, sungai, dan pengerukan sedimentasi. Selain itu, dilakukan pemangkasan pohon rawan tumbang serta pengamanan baliho dan utilitas berisiko.
Petugas juga diminta meningkatkan patroli di wilayah rawan bencana dan daerah aliran sungai kritis. Pemerintah juga mengerahkan Tim Reaksi Cepat serta menyiagakan alat berat di titik tertentu.
"Sarana pendukung, seperti perahu motor, kendaraan evakuasi, logistik darurat, hingga tenda pengungsian harus dalam kondisi siap pakai. Jalur evakuasi dan lokasi pengungsian juga harus diverifikasi ulang guna memastikan keamanannya," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....