Jembatan Bailey, Urat Nadi Ekonomi Linge dan Ketol Segera Tersambung

  • 30 Mar 2026 06:26 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon: Harapan warga untuk kembali menikmati akses transportasi yang aman dan lancar segera terwujud. Dua jembatan darurat yang rusak akibat bencana alam November 2025 lalu ditargetkan rampung dalam 20 hari ke depan.

Pembangunan jembatan Bailey akan dilakukan di dua titik vital. Jembatan Kala Ili di Kecamatan Linge yang menghubungkan desa-desa di Kemukiman Wih Dusun Jamat, serta jembatan Bergang di Kecamatan Ketol.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Tengah, Pijas Visara menyampaikan selama ini, jembatan darurat yang dibangun hanya bersifat sementara dan dinilai tidak cukup kuat.

“Kondisinya rawan rusak, terutama saat debit air sungai meningkat dan arus deras menghantam konstruksi,” ujarnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Tengah, Pijas Visara, memastikan pembangunan jembatan Bailey akan dikerjakan oleh Zidam Iskandar Muda Aceh bersama Dinas PUPR Aceh Tengah.

“Mobilisasi material konstruksi dijadwalkan mulai Senin, 30 Maret 2026, dan diperkirakan tiba di lokasi pada Selasa atau Rabu,” katanya lagi.

Dengan hadirnya jembatan Bailey ini, akses warga yang terhambat hampir empat bulan pasca bencana hidrometeorologi diharapkan akan segera pulih.

Selain memulihkan mobilitas, jembatan tersebut diharapkan mampu menggerakkan kembali roda ekonomi masyarakat di wilayah Linge dan Ketol.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....