Ramadan Jadi Momentum Kebangkitan usai Musibah

  • 13 Feb 2026 13:18 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon: Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 H, Program Dai Menjawab Pro 1 RRI Takengon mengangkat tema “Ramadhan dan Spirit Kebangkitan Setelah Musibah”, Kamis (12/2/2026) pukul 20.20 WIB. Dialog ini menghadirkan narasumber Syahria Putraga, M.Pd., Kasi Pendidikan Madrasah/Kasi Dikmad Kankemenag Kabupaten Aceh Tengah, dan dipandu oleh host Nurhayati.

Dalam dialog tersebut, Syahria Putraga menegaskan bahwa musibah dalam pandangan Islam bukan semata-mata bencana, melainkan ujian dan teguran yang harus dimaknai secara positif.

“Musibah itu tidak ada satu pun manusia yang meminta ia datang. Namun sebagai umat beriman, kita harus meyakini bahwa di balik musibah ada ujian dan ada hikmah. Yang terpenting adalah bagaimana kita bangkit dan semakin mendekatkan diri kepada Allah,” ujarnya.

Ia mengutip firman Allah, “Wala tahinu wala tahzanu” – janganlah kamu bersikap lemah dan jangan bersedih hati. Menurutnya, ayat tersebut menjadi penguat agar masyarakat tidak terpuruk pasca musibah yang melanda daerah.

Syahria menyebut Ramadan sebagai bulan yang sangat istimewa dan menjadi momentum kebangkitan spiritual umat Islam. Ia mengajak masyarakat untuk bersyukur masih diberi kesempatan bertemu Ramadan.

“Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Ini tentang memperbaiki diri, memperkuat iman, dan membangkitkan semangat hidup,” katanya.

Ia menjelaskan, salah satu keistimewaan Ramadan adalah ibadah sahur yang tidak ditemukan di bulan lain. Sahur menjadi simbol keberkahan dan kekuatan, baik secara fisik maupun spiritual, dalam menjalankan ibadah puasa.

Menurutnya, Ramadan bisa menjadi titik balik bagi masyarakat yang sedang berduka dan merasa terpuruk akibat musibah. Dengan memperkuat keimanan, Allah akan memberikan jalan keluar dan rezeki yang tak terduga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....