Masam Jing, Kuliner Khas Gayo yang Sarat Cerita Budaya

  • 04 Okt 2026 07:29 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon: Masam Jing atau dikenal sebagai asam pedas menjadi salah satu kuliner yang lekat dengan kehidupan masyarakat Gayo. Hidangan berbahan ikan air tawar ini merupakan bagian dari kekayaan kuliner Aceh Tengah dan kini semakin dikenal sebagai salah satu sajian khas yang menarik bagi wisatawan.

Masam Jing memiliki keunikan karena dapat diolah menggunakan beragam jenis ikan, mulai dari bawal, mujair, lele, gabus, lemeduk, bandeng, gegaring hingga depik. Keberagaman bahan tersebut membuat hidangan ini memiliki variasi penyajian, namun tetap mempertahankan karakter rasa khasnya.

Cita rasa Masam Jing berasal dari perpaduan berbagai rempah, seperti bawang merah, bawang putih, kunyit, kemiri, ketumbar, cabai merah dan cabai rawit. Racikan tersebut dilengkapi daun gegarang, andaliman serta jeruk sayur atau asam sunti, menghasilkan kuah berbumbu kental dengan perpaduan rasa pedas, asam dan gurih.

Keistimewaan Masam Jing tidak hanya terletak pada rasanya. Hidangan ini juga memperlihatkan hubungan antara kuliner dengan lingkungan dan kehidupan masyarakat Gayo. Penggunaan ikan air tawar, termasuk depik yang dikenal sebagai salah satu ikan khas Danau Lut Tawar, menjadikan makanan ini dekat dengan sumber daya alam setempat.

Masam Jing juga dapat menjadi bagian dari cara masyarakat memperkenalkan budaya Gayo kepada pendatang. Pada Pertemuan Penyair Nusantara XIV di Aceh Tengah pada Juni 2026, masakan khas Gayo tersebut disajikan dalam penyambutan peserta dari 14 negara, berdampingan dengan kekayaan seni dan budaya Gayo seperti Didong. Gayo

Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa makanan tradisional dapat menjadi bagian dari pengalaman budaya. Para tamu tidak hanya menikmati keindahan alam dan seni Gayo, tetapi juga mengenal cita rasa lokal melalui hidangan yang disajikan masyarakat setempat.

Di tengah perkembangan kuliner modern, keberadaan Masam Jing menjadi bagian dari warisan kuliner yang perlu terus dikenalkan kepada generasi muda. Pelestarian tidak hanya dilakukan dengan mempertahankan resep, tetapi juga dengan menjaga pengetahuan tentang bahan lokal, cara pengolahan, serta cerita budaya yang menyertainya.

Bagi masyarakat Gayo, semangkuk Masam Jing pada akhirnya bukan sekadar makanan. Di dalamnya terdapat cita rasa lokal, pemanfaatan kekayaan alam, tradisi kuliner, dan keramahan masyarakat. Masam Jing menjadi salah satu cara sederhana namun kuat untuk mengenalkan identitas Gayo dari dapur hingga ke meja makan.

Resep Masam Jing Khas Gayo

Bahan utama

  • 500 gram ikan mas, nila, atau ikan sungai lainnya
  • 1 buah jeruk sayur
  • 500 ml air
  • Garam secukupnya

Bumbu halus

  • 6 buah cabai merah
  • 8 buah cabai rawit, sesuai selera
  • 5 siung bawang merah
  • 2 cm kunyit
  • Kemiri
  • Andaliman/Empan
  • Asam Sunti
  • Garam secukupnya

Pelengkap khas

  • Perasan Air Jeruk Sayur
  • Andaliman/Empan
  • Daun Gegarang, jika suka
  • Potongan daun bawang
  • 1 genggam buah tomat ceri, belah 2

Cara memasak

  1. Bersihkan ikan, kemudian lumuri dengan sedikit garam dan air jeruk nipis. Diamkan sekitar 10 menit, lalu bilas.
  2. Campurkan ikan dengan bumbu yang sudah dihaluskan.
  3. Masukkan ikan ke dalam panci, lalu tambahkan garam dan pelengkap khas.
  4. Masak dengan api sedang sampai ikan matang dan aromanya harum.
  5. Hindari terlalu sering mengaduk agar ikan tidak hancur.
  6. Masukkan tomat menjelang akhir memasak.
  7. Koreksi rasa. Masam Jing sebaiknya terasa asam, pedas, gurih, dan segar.
  8. Angkat dan sajikan hangat bersama nasi putih.

Tips: Kalau ingin rasa yang lebih mendekati masakan Gayo, jangan terlalu banyak menggunakan santan atau minyak. Karakter Masam Jing justru terletak pada kuahnya yang segar dengan rasa asam dan pedas yang kuat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....