Sering Lapar meski Sudah Makan? Ini Penyebabnya

  • 23 Jun 2026 09:22 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon : Pernah merasa lapar lagi padahal baru saja selesai makan? Kondisi ini cukup umum terjadi dan tidak selalu berarti tubuh kekurangan makanan. Rasa lapar yang terus muncul bisa dipengaruhi oleh pola makan, gaya hidup, hingga kondisi kesehatan tertentu.

Ahli gizi dari Nutrition With Maddie, Maddie Pasquariello, menjelaskan bahwa rasa lapar yang menetap setelah makan sebaiknya tidak diabaikan. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya faktor fisik maupun psikologis yang memengaruhi nafsu makan.

1. Porsi Makan Kurang

Kebutuhan kalori setiap orang berbeda-beda dan dapat berubah sesuai aktivitas harian, olahraga, kehamilan, atau menyusui. Jika asupan makanan tidak mencukupi kebutuhan tubuh, rasa lapar akan lebih cepat muncul kembali.

2. Makan Terlalu Cepat

Otak membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk menerima sinyal kenyang dari lambung. Karena itu, makan terlalu cepat dapat membuat seseorang merasa belum puas meski sebenarnya sudah cukup makan.

3. Melewatkan Waktu Makan

Terlalu lama menunda makan, terutama melewatkan sarapan, dapat membuat rasa lapar menjadi berlebihan sehingga tubuh tetap merasa belum kenyang setelah makan.

4. Menu Tidak Seimbang

Makanan yang didominasi karbohidrat sederhana tanpa protein, lemak sehat, dan serat lebih cepat dicerna sehingga rasa kenyang tidak bertahan lama.

Mengutip Self Magazine, Ahli gizi Rebecca Ditkoff, menyarankan setiap kali makan sebaiknya mengandung kombinasi protein, lemak sehat, dan serat agar kadar gula darah lebih stabil dan rasa kenyang bertahan lebih lama.

5. Stres dan Faktor Emosional

Stres, bosan, cemas, atau emosi negatif juga dapat memicu keinginan untuk terus makan, meski tubuh sebenarnya tidak membutuhkan energi tambahan. Kondisi ini dikenal sebagai food noise, yaitu dorongan untuk terus memikirkan makanan.

6. Efek Obat atau Kondisi Medis

Beberapa obat, seperti antidepresan dan obat gangguan bipolar, dapat meningkatkan nafsu makan. Selain itu, gangguan tiroid, sindrom pramenstruasi (PMS), maupun masa perimenopause juga dapat menyebabkan rasa lapar lebih sering muncul.

Pasquariello menyarankan kita tidak langsung menyalahkan diri sendiri ketika sering merasa lapar. Sebaliknya, evaluasi pola makan, kualitas tidur, tingkat stres, dan aktivitas fisik terlebih dahulu.

Jika keluhan berlangsung terus-menerus atau disertai penurunan maupun kenaikan berat badan yang tidak wajar, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk mengetahui penyebabnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....