7 Gejala Penyakit Ginjal yang Wajib Diketahui, dari Kulit Gatal hingga Mual
- 05 Okt 2026 08:21 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Redelong :Penyakit ginjal sering berkembang tanpa disadari. Pada tahap awal, sebagian besar penderita penyakit ginjal kronis atau chronic kidney disease (CKD) tidak merasakan gejala yang khas. Karena itu, penyakit ini kerap baru diketahui setelah fungsi ginjal mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), banyak penderita CKD tidak mengalami gejala sampai penyakit berada pada tahap lanjut. Pemeriksaan darah dan urine menjadi cara penting untuk mengetahui apakah fungsi ginjal mengalami gangguan. N
Meski demikian, terdapat sejumlah perubahan pada tubuh yang patut diperhatikan. Gejala-gejala tersebut tidak selalu berarti seseorang mengalami penyakit ginjal karena dapat disebabkan oleh kondisi lain, tetapi kemunculannya secara menetap sebaiknya tidak diabaikan.
Berikut tujuh gejala yang perlu diketahui.
1. Kulit terasa gatal dan kering
Kulit yang terus-menerus terasa gatal, kering, atau kasar dapat menjadi salah satu tanda yang muncul ketika fungsi ginjal menurun.
Ginjal yang sehat membantu menjaga keseimbangan mineral dalam darah dan membuang berbagai zat sisa dari tubuh. Ketika fungsi ginjal terganggu, terjadi perubahan keseimbangan mineral dan zat sisa dapat menumpuk sehingga pada sebagian penderita muncul rasa gatal.
National Kidney Foundation menyebut pruritus atau rasa gatal terkait penyakit ginjal sebagai salah satu gejala yang dapat terjadi, terutama pada penyakit ginjal yang lebih lanjut. Rasa gatal dapat terasa cukup dalam dan mengganggu aktivitas maupun tidur. N
Namun, kulit gatal juga sangat sering disebabkan oleh masalah kulit, alergi, obat-obatan, atau kondisi medis lainnya. Karena itu, kulit gatal saja tidak cukup untuk memastikan seseorang mengalami penyakit ginjal.
2. Kram atau nyeri otot
Kram otot, terutama pada kaki, merupakan gejala lain yang dapat muncul ketika fungsi ginjal menurun.
Ginjal berperan dalam menjaga keseimbangan elektrolit dan mineral di dalam tubuh. Gangguan fungsi ginjal dapat menyebabkan perubahan kadar mineral tertentu yang berpengaruh terhadap kerja otot dan saraf. kram otot sebagai salah satu gejala yang dapat terjadi pada penurunan fungsi ginjal. Kram bahkan dapat muncul pada malam hari dan mengganggu tidur. N
Meski demikian, kram juga dapat disebabkan oleh dehidrasi, aktivitas fisik berlebihan, gangguan sirkulasi, atau masalah elektrolit yang tidak berkaitan dengan penyakit ginjal.
3. Kaki, pergelangan kaki, tangan, atau wajah membengkak
Pembengkakan atau edema menjadi salah satu tanda yang perlu diperhatikan, khususnya jika terjadi secara terus-menerus.
Ginjal membantu membuang kelebihan cairan dan garam dari tubuh. Ketika kemampuannya menurun, cairan dapat menumpuk sehingga menyebabkan pembengkakan, terutama pada kaki, pergelangan kaki, dan tungkai. Pada kondisi tertentu, pembengkakan juga dapat terlihat pada tangan atau wajah. N
Jika pembengkakan disertai sesak napas atau terjadi secara tiba-tiba, sebaiknya segera mendapatkan pemeriksaan medis.
4. Perubahan pola buang air kecil
Perubahan frekuensi atau jumlah urine juga dapat menjadi tanda adanya gangguan pada fungsi ginjal.
Seseorang mungkin merasa lebih sering buang air kecil, terutama pada malam hari. Pada kondisi lain, jumlah urine justru dapat berkurang. Perubahan urine juga dapat berupa munculnya darah atau urine yang tampak berbusa. N
Urine berbusa dapat berkaitan dengan adanya protein dalam urine. Protein yang keluar melalui urine dapat menjadi tanda kerusakan pada penyaring ginjal dan perlu diperiksa lebih lanjut.
Namun, perubahan warna, frekuensi, atau tampilan urine tidak selalu disebabkan oleh penyakit ginjal. Infeksi saluran kemih, obat-obatan, makanan, dan kondisi lainnya juga dapat memengaruhinya.
5. Mudah lelah dan kurang bertenaga
Rasa lelah yang berlangsung terus-menerus dan tidak membaik meski sudah cukup beristirahat juga patut diperhatikan.
Pada penyakit ginjal yang semakin berat, kemampuan ginjal menjalankan berbagai fungsi penting ikut menurun. Gangguan tersebut dapat berhubungan dengan anemia dan penumpukan zat sisa dalam tubuh, yang kemudian dapat membuat seseorang merasa lemas atau kehilangan energi.
Jika kelelahan berlangsung lama tanpa penyebab yang jelas, pemeriksaan medis dapat membantu mencari penyebabnya.
6. Mual, kehilangan nafsu makan, atau berat badan turun
Ketika fungsi ginjal mengalami penurunan yang cukup berat, zat sisa yang seharusnya dikeluarkan melalui urine dapat menumpuk di dalam tubuh.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan mual, muntah, berkurangnya nafsu makan, perubahan rasa makanan, hingga penurunan berat badan. NIDDK+1
Mual dan penurunan nafsu makan tentu memiliki banyak penyebab lain. Karena itu, gejala tersebut perlu dilihat bersama tanda-tanda lainnya dan, bila menetap, diperiksakan ke dokter.
7. Sesak napas atau sulit tidur
Sesak napas dapat terjadi pada penyakit ginjal yang sudah cukup berat, antara lain ketika terjadi penumpukan cairan dalam tubuh. Gangguan ginjal juga dapat disertai masalah tidur dan rasa tidak nyaman pada malam hari.
Jika sesak napas terjadi secara tiba-tiba atau berat, kondisi tersebut membutuhkan pertolongan medis segera karena tidak hanya berkaitan dengan penyakit ginjal, tetapi juga dapat menjadi tanda masalah jantung atau paru-paru.
Jangan Menunggu Gejala untuk Memeriksa Ginjal
Hal terpenting yang perlu dipahami adalah penyakit ginjal kronis sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Karena itu, seseorang tidak seharusnya menunggu kulit gatal, kaki bengkak, kram, atau perubahan urine sebelum memeriksakan kondisi ginjal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....