Peringati Hari DBD ASEAN, Momentum Tingkatkan Kewaspadaan

  • 15 Jun 2026 09:04 WIB
  •  Takengon

RRI.Co.ID, Takengon : Setiap tanggal 15 Juni, negara-negara di kawasan Asia Tenggara memperingati Hari Demam Berdarah Dengue ASEAN atau ASEAN Dengue Day. Peringatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya Demam Berdarah Dengue (DBD) sekaligus mendorong upaya pencegahan secara berkelanjutan.

Hari DBD ASEAN pertama kali dicanangkan pada tahun 2011 oleh negara-negara anggota Association of Southeast Asian Nations sebagai bentuk komitmen bersama dalam mengendalikan penyebaran penyakit dengue yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di kawasan tropis. Mengingat iklim Asia Tenggara sangat mendukung perkembangan nyamuk Aedes aegypti, kerja sama lintas negara dinilai penting untuk menekan angka kasus dan kematian akibat DBD.

Peringatan ini tidak hanya berfokus pada penanganan pasien, tetapi juga mengajak masyarakat untuk lebih aktif melakukan pencegahan. Salah satu langkah yang terus dikampanyekan adalah gerakan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penyimpanan air, dan memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

DBD merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi. Gejala yang sering muncul antara lain demam tinggi mendadak, nyeri otot dan sendi, sakit kepala, mual, serta munculnya ruam pada kulit. Jika tidak ditangani dengan cepat, DBD dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Dalam rangka memperingati Hari DBD ASEAN, berbagai pihak biasanya menggelar kegiatan edukasi kesehatan, kerja bakti membersihkan lingkungan, hingga kampanye pemberantasan sarang nyamuk. Kegiatan tersebut bertujuan membangun kesadaran bahwa pencegahan DBD merupakan tanggung jawab bersama.

Melalui peringatan yang jatuh setiap 15 Juni ini, masyarakat diharapkan semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan dan kesehatan keluarga. Dengan langkah pencegahan yang konsisten, risiko penyebaran DBD dapat ditekan sehingga tercipta lingkungan yang lebih sehat, aman, dan bebas dari ancaman demam

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....