Pasien Penyakit Ginjal Tak Sembarangan Minum Air, Perhatikan Kandungan Mineral

  • 05 Okt 2026 08:32 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Redelong : Pasien penyakit ginjal perlu lebih berhati-hati dalam memilih minuman sehari-hari, termasuk air putih kemasan. Selain jumlah yang dikonsumsi, kandungan mineral dalam air juga perlu diperhatikan, terutama pada pasien yang fungsi ginjalnya telah menurun.

Air memiliki peran penting bagi tubuh, salah satunya membantu ginjal membuang racun dan sisa metabolisme melalui urine. Menurut National Kidney Foundation (NKF), menjaga tubuh tetap terhidrasi dapat membantu mempertahankan aliran darah ke ginjal sehingga proses penyaringan dapat berlangsung dengan baik.

Sebaliknya, kekurangan cairan dapat membuat urine menjadi lebih pekat dan meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal. Namun, kebutuhan cairan setiap pasien tidak sama dan bergantung pada kondisi serta tingkat keparahan penyakit ginjal.

Pada penderita penyakit ginjal kronis tahap awal, konsumsi air sekitar 1,5 hingga 2 liter per hari masih dapat menjadi gambaran umum. Namun, pasien yang sudah menjalani dialisis biasanya perlu membatasi asupan cairan secara lebih ketat karena kemampuan ginjal dalam mengeluarkan kelebihan cairan sudah sangat menurun.

Menurut NKF, terlalu banyak mengonsumsi cairan pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal dapat menyebabkan cairan menumpuk di dalam tubuh. Kondisi tersebut dapat meningkatkan tekanan darah dan menambah beban kerja jantung.

Bukan hanya jumlahnya, kualitas air yang dikonsumsi juga menjadi perhatian bagi penderita penyakit ginjal. Air dengan kandungan mineral tertentu dalam jumlah tinggi, seperti natrium, kalium, fosfat, dan kalsium, dapat menjadi pertimbangan khusus bagi pasien yang memiliki gangguan pengaturan elektrolit.

Air dengan kandungan mineral terlarut atau total dissolved solids (TDS) yang rendah kerap dipilih sebagai salah satu pilihan, terutama ketika pasien memang membutuhkan pembatasan mineral tertentu.

Mengutip situs kesehatan Eau-Exquise.fr, penderita gagal ginjal dan pasien dialisis disarankan memperhatikan kadar natrium dalam air yang diminum. Natrium yang berlebihan dapat berkontribusi terhadap retensi cairan dan tekanan darah tinggi.

Meski demikian, pasien penyakit ginjal sebaiknya tidak menentukan sendiri jenis maupun jumlah air yang harus dikonsumsi. Kebutuhan cairan dan pembatasan mineral dapat berbeda antara satu pasien dengan pasien lainnya, tergantung fungsi ginjal, hasil pemeriksaan darah, obat yang dikonsumsi, serta apakah pasien menjalani dialisis.

Karena itu, konsultasi dengan dokter atau ahli gizi penting dilakukan untuk menentukan jumlah cairan dan jenis air yang sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....