Air Putih atau Air Fungsional?
- 18 Sep 2026 16:30 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon: Air putih selama ini menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Namun, di pasaran kini tersedia berbagai jenis air dengan tambahan elektrolit, vitamin, mineral, hingga herbal yang dikenal sebagai air fungsional.
Produk tersebut dipasarkan dengan berbagai klaim, mulai dari membantu hidrasi, meningkatkan energi, menjaga fungsi tubuh, hingga mengurangi stres. Namun, tidak semua orang membutuhkan jenis air tersebut dalam kesehariannya.
Apa Itu Air Fungsional?
Ahli diet terdaftar Jessica Brantley-Lopez menjelaskan, air fungsional merupakan air yang diberi bahan tambahan dengan tujuan memberikan manfaat lebih dari sekadar hidrasi.
"“Functional water” adalah air yang ditambahkan bahan-bahan tertentu dengan tujuan memberikan manfaat lebih dari sekadar menghidrasi tubuh. Tergantung produknya, bahan tambahan tersebut dapat berupa elektrolit, vitamin, mineral, herbal, atau bahan lainnya," Ungkap Brantley-Lopez, dilansir dari Real Simple, Kamis (17/9/2026).
| Baca juga: Langkah Penting Pencegahan Stunting |
Air elektrolit dapat bermanfaat saat seseorang berolahraga, berada di lingkungan panas, atau banyak mengeluarkan keringat. Karena itu, kebutuhan air elektrolit dapat berbeda antara orang yang aktif secara fisik dengan mereka yang menjalani aktivitas sehari-hari seperti biasa.
Air Alkali Belum Banyak Diteliti
Air alkali memiliki tingkat pH lebih tinggi dibandingkan air biasa. Produk ini kerap dipasarkan untuk membantu menetralkan tubuh dan meningkatkan energi.
Melansir dari sumber yang sama, Real Simple, Ahli diet Tina Sergi, menyebut bahwa manfaat tersebut belum memiliki cukup bukti penelitian pada manusia untuk mendukung penggunaan secara rutin. Tubuh juga memiliki mekanisme alami untuk mengatur keseimbangan pH melalui ginjal dan paru-paru.
Air yang diperkaya vitamin dan mineral dapat mengandung vitamin B, vitamin C, zinc, atau nutrisi lainnya. Produk semacam ini memang praktis, terutama bagi orang dengan kebutuhan nutrisi tertentu. Namun, sumber vitamin dan mineral tetap sebaiknya berasal dari makanan.
Air dengan tambahan vitamin tidak otomatis menjadi pengganti pola makan yang sehat dan seimbang.
Waspadai Gula Tambahan
Tidak semua air fungsional memiliki komposisi yang sama. Karena itu, masyarakat perlu membaca label nutrisi dan daftar bahan sebelum membeli. Kandungan gula tambahan dan kafein menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.
Sebagai contoh, salah satu produk air bervitamin mengandung 26 gram gula tambahan dalam satu botol berukuran 20 ons. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa minuman yang dipasarkan dengan tambahan vitamin tetap perlu diperiksa kandungan gulanya.
Air herbal dapat menjadi pilihan untuk memberikan variasi rasa. Namun, manfaatnya bergantung pada jenis herbal yang digunakan. Beberapa produk menggunakan herbal seperti ashwagandha dan rhodiola yang dipasarkan untuk membantu mengurangi stres.
Namun, efek jangka panjangnya masih belum sepenuhnya diketahui. Beberapa herbal juga dapat berinteraksi dengan obat tertentu. Karena itu, masyarakat yang sedang mengonsumsi obat resep sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum rutin mengonsumsi minuman herbal.
Air Putih Tetap Pilihan Utama
Ahli diet yang dikutip dalam sumber menekankan bahwa air putih tetap menjadi pilihan yang efektif untuk memenuhi kebutuhan hidrasi sehari-hari. Air elektrolit dapat dipertimbangkan pada kondisi tertentu, terutama ketika tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit akibat aktivitas fisik atau cuaca panas.
Sementara itu, air yang diperkaya vitamin maupun air herbal lebih tepat dipandang sebagai variasi, bukan keharusan dalam pola hidup sehari-hari, yang lebih penting bukan memilih air dengan klaim manfaat paling banyak, melainkan memastikan tubuh mendapatkan cukup cairan.
Masyarakat juga perlu memperhatikan kandungan gula, kafein, serta bahan tambahan lainnya agar pilihan minuman tetap sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....