Kapan Waktu Tepat Mengganti Sikat Gigi?

  • 24 Mei 2026 19:08 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon : Menyikat gigi dua kali sehari sudah menjadi kebiasaan banyak orang. Namun, ada satu hal sederhana yang sering terlewat, yakni mengganti sikat gigi secara rutin.

Padahal, sikat gigi yang sudah terlalu lama digunakan dapat menurunkan efektivitas pembersihan gigi dan berpotensi menjadi tempat menempelnya berbagai mikroorganisme.

Lalu, seberapa sering sebenarnya sikat gigi perlu diganti?

Berdasarkan rekomendasi dari American Dental Association (ADA), sikat gigi idealnya diganti setiap tiga hingga empat bulan sekali, atau lebih cepat apabila bulu sikat sudah terlihat mekar, rusak, atau tidak lagi tegak.

Bulu sikat yang mulai aus membuat kemampuan membersihkan plak menurun sehingga sisa makanan dan bakteri lebih mudah tertinggal pada permukaan gigi.

Kondisi bulu sikat yang rusak juga dapat membuat proses menyikat gigi menjadi kurang optimal. Banyak orang mengira selama sikat masih terlihat utuh, alat tersebut masih layak digunakan. Padahal, kerusakan kecil pada bulu sikat sering kali tidak disadari, meski fungsinya sudah menurun secara bertahap.

Selain faktor usia pemakaian, ada beberapa kondisi yang mengharuskan seseorang mengganti sikat gigi lebih cepat. Misalnya setelah mengalami flu, radang tenggorokan, atau infeksi tertentu.

Meski risiko tertular kembali dari sikat gigi masih menjadi pembahasan ilmiah, sejumlah ahli menyarankan penggantian sebagai langkah menjaga kebersihan dan meminimalkan paparan mikroorganisme.

Penelitian ilmiah yang berjudul Knowledge Evaluation and Assessment of Bacterial Contamination of Toothbrushes juga menunjukkan bahwa sikat gigi dapat terkontaminasi oleh bakteri dari rongga mulut, tangan, lingkungan sekitar, hingga cara penyimpanan yang kurang tepat. Kontaminasi bahkan dapat terjadi sejak penggunaan pertama dan meningkat seiring waktu pemakaian.

Agar sikat gigi tetap higienis, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan. Setelah digunakan, sikat perlu dibilas hingga bersih, disimpan dalam posisi tegak, dan dibiarkan mengering secara alami. Menyimpan sikat dalam wadah tertutup saat masih lembap justru dapat meningkatkan pertumbuhan mikroorganisme.

Mengganti sikat gigi mungkin terlihat sebagai hal kecil, tetapi kebiasaan sederhana ini berperan penting dalam menjaga kesehatan mulut. Sikat yang masih tampak baik belum tentu bekerja secara maksimal. Jika sudah melewati tiga bulan penggunaan atau bulu sikat mulai berubah bentuk, bisa jadi itu saat yang tepat untuk menggantinya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....