AI Bisa Bantu Manusia Kembali ke Dunia Nyata

  • 30 Agt 2026 16:59 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon: Perkembangan teknologi membuat banyak aktivitas manusia semakin bergantung pada layar. Namun, kecerdasan buatan atau AI justru dinilai memiliki potensi untuk membantu manusia mengurangi ketergantungan tersebut dan kembali terhubung dengan dunia nyata.

Aplikasi dan media sosial selama ini dirancang untuk menarik perhatian pengguna selama mungkin. Kebiasaan menggulir layar tanpa henti bahkan telah menjadi bagian dari keseharian berbagai kelompok usia. Kondisi ini tidak hanya berkaitan dengan kecanduan teknologi, tetapi juga dapat mengurangi kesempatan manusia menikmati aktivitas sederhana di lingkungan fisik.

Sejumlah aktivitas kecil yang dulu memberikan kepuasan kini semakin tergantikan oleh teknologi. Mulai dari membaca buku panduan, mencari informasi, menulis surat elektronik, hingga merencanakan perjalanan dapat dilakukan secara otomatis dengan bantuan teknologi.

Menyadur Time, Kehadiran AI generatif seperti ChatGPT, Claude, dan Gemini semakin mempercepat perubahan tersebut. Teknologi ini mampu membantu membuat tulisan, menyusun rencana perjalanan, hingga menghasilkan berbagai ide dalam waktu singkat. Di sisi lain, otomatisasi tersebut dikhawatirkan membuat manusia kehilangan pengalaman kreatif dan proses sederhana yang sebelumnya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Namun, AI juga dapat digunakan untuk tujuan yang berbeda. Teknologi ini bisa membantu manusia menyelesaikan persoalan praktis di dunia nyata, seperti memperbaiki peralatan rumah tangga, kendaraan, kebocoran pipa, atau mempelajari hobi baru.

Pengguna bahkan dapat memberikan foto suatu benda yang rusak kepada AI untuk membantu mengidentifikasi jenis perangkat, bagian yang bermasalah, hingga langkah perbaikan yang mungkin dilakukan. Dengan begitu, penggunaan AI tidak berhenti pada layar, tetapi mendorong seseorang melakukan aktivitas secara langsung.

AI juga dapat membantu memberikan informasi mengenai pola makan, olahraga, atau aktivitas kesehatan. Pengguna tetap melakukan kegiatan tersebut di dunia nyata, sementara AI berfungsi sebagai alat bantu untuk memahami informasi dan menyusun langkah yang lebih terarah.

Meski demikian, AI tetap memiliki keterbatasan dan tidak selalu memberikan informasi yang benar. Karena itu, pengguna perlu memeriksa kembali informasi penting dan menggunakan teknologi secara bijak.

Persoalan bukan sekadar apakah AI akan membuat manusia semakin bergantung pada teknologi. Cara manusia menggunakan AI justru menjadi penentu. Jika digunakan secara singkat dan tepat sasaran, AI berpotensi membantu manusia menyelesaikan persoalan dengan cepat, kemudian kembali menikmati interaksi sosial, aktivitas fisik, kreativitas, dan pengalaman nyata di luar layar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....