Adat Gayo Sumang Perceraken Menjaga Etika Pergaulan Sosial

  • 08 Okt 2025 17:04 WIB
  •  Takengon

KBRN, Takengon: Dalam kehidupan masyarakat Gayo di Aceh Tengah, adat istiadat memiliki peran penting sebagai pedoman moral dan sosial. Salah satu nilai luhur yang masih dijunjung tinggi hingga kini adalah “Sumang Perceraken”, yaitu aturan adat yang mengatur perilaku, kesopanan, dan tata krama dalam pergaulan sehari-hari.

Istilah “Sumang” dalam bahasa Gayo berarti sesuatu yang dianggap tidak pantas atau melanggar norma, sedangkan “Perceraken” berarti pembicaraan atau percakapan. Maka, Sumang Perceraken dapat diartikan sebagai larangan atau batasan dalam berbicara dan berinteraksi, khususnya antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim.

Baca: Pendidikan Karakter Dalam Kearifan Lokal Budaya Gayo

Aturan dalam sumang perceraken :

Sumang perceraken mengajarkan tentang cara berbicara yang sopan dan santun, terutama dalam interaksi sosial sehari-hari. Beberapa hal yang diatur dalam adat ini antara lain:

1. Berbicara dengan orang yang lebih tua: Menggunakan bahasa yang lebih halus dan hormat.

2. Berbicara dengan lawan jenis yang bukan muhrim: Menghindari percakapan yang tidak pantas atau mengarah ke hal-hal yang tidak senonoh.

3. Menghindari ucapan yang kasar: Menghindari kata-kata kotor atau tidak pantas diucapkan di depan umum, terutama di depan anak-anak.

Adat sumang perceraken bertujuan untuk menghindari pergaulan bebas, menjaga etika, dan memastikan norma-norma sosial serta nilai-nilai Islam tetap terjaga dalam masyarakat Gayo

Adat ini tidak hanya berlaku dalam konteks pergaulan, tetapi juga dalam berbagai situasi sosial seperti upacara adat, kegiatan kemasyarakatan, dan kehidupan keluarga. Tujuannya adalah untuk menjaga kehormatan diri, keluarga, dan masyarakat, serta menumbuhkan sikap saling menghormati.

Baca juga: KAMMI Aceh Tengah Kritisi Taring-Taring Kope

Sumang Perceraken bukan sekadar tradisi, melainkan identitas moral masyarakat Gayo, yang menegaskan bahwa adat dan agama berjalan beriringan dalam menjaga keseimbangan hidup dan martabat manusia.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....