IAIN Takengon Gelar Refreshment Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi

  • 12 Agt 2026 09:51 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon menyelenggarakan kegiatan Refreshment Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi dengan mengusung tema “Penguatan Pemahaman Penjaminan Mutu untuk Mendukung Akreditasi Perguruan Tinggi”, Sabtu 8 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut menghadirkan Dewan Eksekutif Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), Prof. Dr. Slamet Wahyudi, S.T., M.T., sebagai narasumber. Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi IAIN Takengon untuk memperkuat pemahaman sivitas akademika mengenai sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi sebagai bagian penting dalam pengembangan dan peningkatan kualitas institusi.

Rektor IAIN Takengon, Prof. Dr. Ridwan Nurdin, MCL, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Prof. Slamet Wahyudi di IAIN Takengon. Menurutnya, kehadiran narasumber dari BAN-PT menjadi kebanggaan sekaligus kesempatan berharga bagi IAIN Takengon untuk memperoleh pencerahan dalam rangka pengembangan kampus ke depan.

“Kita sangat bersyukur atas kehadiran Prof. Slamet Wahyudi. Ini merupakan kesempatan yang luar biasa bagi kita untuk mendapatkan pencerahan dalam rangka menata dan mengembangkan kampus ke depan. Karena itu, saya berharap seluruh peserta dapat menyimak dengan baik dan menjadikan kegiatan ini sebagai ruang untuk belajar serta berdiskusi,” ujar Prof. Ridwan.

Prof. Dr. Slamet Wahyudi dalam paparannya menjelaskan bahwa akreditasi perguruan tinggi tidak lagi sekadar berorientasi pada pemenuhan dokumen administratif, tetapi harus menjadi instrumen untuk membangun budaya mutu dan memastikan adanya dampak nyata bagi masyarakat. Perguruan tinggi perlu menunjukkan kinerja yang terukur serta kontribusi nyata melalui pelaksanaan tridharma.

Ia menyampaikan bahwa penilaian mutu perguruan tinggi dalam Sistem Akreditasi Nasional (SAN) 2025 menekankan empat aspek utama, yakni Culture, Relevance, Accountability, dan Mission (CRAM). Keempat aspek tersebut mencakup budaya mutu, relevansi pendidikan dan tridharma dengan kebutuhan masyarakat, akuntabilitas tata kelola, serta kemampuan perguruan tinggi dalam mengembangkan kekhasan sesuai misi institusinya.

Prof. Slamet juga menekankan pentingnya penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) secara konsisten melalui siklus PPEPP, mulai dari penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian hingga peningkatan standar. Menurutnya, keberlangsungan siklus tersebut perlu didukung dengan tata kelola yang baik serta data dan informasi yang valid, akuntabel, dan terdokumentasi secara sistematis.

Lebih lanjut, ia mendorong IAIN Takengon untuk menjadikan akreditasi sebagai bagian dari proses peningkatan mutu berkelanjutan, bukan sekadar mengejar status akreditasi. Setiap program dan kegiatan perlu selaras dengan visi dan misi institusi, memiliki bukti kinerja yang jelas, serta memberikan manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat. (sp)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....