Rustout, saat Pekerjaan Mulai Terasa Hambar
- 21 Sep 2026 15:24 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Taknegon: Burnout atau kelelahan akibat tekanan pekerjaan sudah banyak dibahas. Namun, ada kondisi lain yang berlawanan dengan burnout dan dapat memengaruhi semangat kerja, yaitu rustout. Kondisi ini terjadi ketika seseorang merasa bosan, kurang tertantang, tidak berkembang, atau kehilangan motivasi dalam pekerjaan.
Menyadur Real Simple, menurut survei Gallup 2025, hanya 31 persen pekerja di Amerika Serikat yang merasa benar-benar terlibat secara aktif dalam pekerjaannya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keterlibatan dan motivasi pekerja masih menjadi persoalan di lingkungan kerja.
Apa Itu Rustout?
Rustout belum memiliki definisi klinis. Namun, pekerja yang mengalaminya umumnya mengalami penurunan keterlibatan dan motivasi dalam pekerjaan. Pekerja dapat merasa kurang tertantang, kurang dihargai, tidak banyak memanfaatkan kemampuan yang dimiliki, atau tidak menemukan kepuasan dalam pekerjaannya.
Berbeda dengan burnout yang berkaitan dengan tekanan dan beban kerja berlebihan, rustout lebih sering muncul ketika seseorang menghadapi terlalu sedikit tantangan positif dalam pekerjaan.
Jika kondisi tersebut berlangsung lama, keterampilan yang dimiliki dapat semakin jarang digunakan. Hal ini pada akhirnya dapat memengaruhi kepercayaan diri dan cara seseorang melihat kemampuan profesionalnya.
Pekerjaan Monoton Bisa Memicu Rustout
Menurut pakar yang disadur dalam sumber, HJ Cho, LCSW, mengungkapkan ada beberapa faktor dapat memicu rustout. Di antaranya pekerjaan yang dilakukan secara otomatis, rutinitas yang monoton, serta terbatasnya kesempatan untuk berkembang.
“Burnout adalah kondisi yang terjadi ketika seseorang mengalami kelelahan mental dan terkuras secara emosional, bekerja secara berlebihan, serta merasa kewalahan—tanpa memiliki waktu atau sumber daya yang cukup untuk memulihkan diri dengan baik," ungkap Cho.
Pekerjaan yang sebenarnya tidak menyenangkan ataupun buruk dapat tetap menimbulkan kejenuhan apabila dilakukan selama bertahun-tahun tanpa tanggung jawab baru atau peluang untuk mengembangkan karier.
Sebaliknya, lingkungan kerja yang memberikan otonomi, makna dalam pekerjaan, serta variasi tugas dapat membantu meningkatkan motivasi dan kesejahteraan pekerja.
Kenali Tanda Rustout
Gejala rustout dapat berbeda pada setiap orang. Namun, beberapa tanda yang umum antara lain merasa bosan dan kurang mendapatkan stimulasi, lebih banyak diam dalam rapat, menghindari proyek atau kesempatan baru, serta sering menunda pekerjaan.
Seseorang juga dapat mulai merasa enggan berangkat kerja, lebih mudah terdistraksi, atau merasa kemampuan dan potensinya tidak dimanfaatkan.
Dalam kondisi tertentu, rustout juga dapat disertai mudah tersinggung, pesimistis, tidak peduli, lebih cepat lelah, hingga menurunnya kepercayaan diri terhadap kemampuan yang dimiliki.
Jangan Anggap Sebagai Kemalasan
Mengalami rustout bukan berarti seseorang malas, tidak bersyukur, atau tidak mampu bekerja. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda bahwa ada sesuatu dalam pekerjaan yang perlu diperhatikan dan mungkin membutuhkan perubahan.
Pekerja dapat mulai dengan mengevaluasi aktivitas sehari-hari dan menentukan bagian pekerjaan yang ingin diperbaiki.
Setelah itu, komunikasikan dengan atasan mengenai keinginan untuk lebih terlibat dalam pekerjaan. Misalnya, mengambil tanggung jawab lebih besar, mempelajari keterampilan baru, menjadi mentor bagi rekan kerja, menambah variasi tugas, berpindah bagian, atau mengajukan promosi.
Cari Tantangan Baru
Jika perubahan di tempat kerja sulit dilakukan, pekerja dapat mencari aktivitas lain di luar pekerjaan yang memberikan tujuan dan makna. Mengikuti kelas untuk mempelajari keterampilan baru, menekuni hobi, atau mencoba kegiatan yang sesuai dengan minat dapat menjadi pilihan.
Perpindahan posisi secara horizontal atau lateral move juga dapat dipertimbangkan. Langkah tersebut memungkinkan seseorang menggunakan kemampuan yang sudah dimiliki dalam lingkungan atau konteks pekerjaan yang berbeda.
Pada akhirnya, mengenali rustout dapat membantu seseorang memahami bahwa rasa bosan dan kehilangan motivasi tidak selalu berarti kurangnya kemampuan. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda perlunya tantangan baru, variasi pekerjaan, atau perubahan yang lebih sesuai dengan tujuan dan kemampuan diri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....