Aturan 6.30, Cara Sederhana Mengurangi Overthinking sebelum Tidur

  • 18 Agt 2026 13:45 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon: Kebiasaan terlalu banyak berpikir atau overthinking sering kali muncul ketika aktivitas sepanjang hari mulai berakhir. Saat pekerjaan dan berbagai kesibukan selesai, pikiran justru mulai dipenuhi berbagai kekhawatiran, mulai dari persoalan pekerjaan hingga membayangkan kemungkinan terburuk.

Salah satu strategi yang dapat dicoba untuk mengendalikan kebiasaan tersebut adalah “Aturan 6.30”. Konsepnya sederhana, yakni menetapkan pukul 18.30 sebagai batas waktu untuk berhenti memikirkan berbagai kekhawatiran hingga keesokan pagi.

Dilansir dari Real Simple, Psikoterapis Victoria Donahue menjelaskan, kekhawatiran terkadang terasa seperti aktivitas yang produktif. Padahal, seseorang bisa saja hanya memikirkan masalah yang sama berulang kali tanpa menemukan solusi.

Aturan 6.30 memberikan batas yang jelas kapan seseorang perlu berhenti memikirkan persoalan tersebut. Cara ini juga membantu membedakan antara benar-benar menyelesaikan masalah dengan sekadar terjebak dalam lingkaran pikiran yang berulang.

Dilansir dari sumber yang sama, Psikolog klinis Eli Kraiem mengatakan, tujuan metode ini bukan menghilangkan rasa khawatir sepenuhnya. Sebaliknya, seseorang tetap mengakui kekhawatirannya, tetapi menyediakan waktu khusus untuk memikirkannya.

Seiring waktu, kebiasaan tersebut dapat membantu otak memahami bahwa tidak setiap pikiran yang memicu kecemasan harus segera mendapatkan perhatian.

Aturan 6.30 juga dapat membantu menjaga kualitas tidur. Terus memikirkan masalah selama satu jam sebelum tidur dapat membuat otak lebih sulit beralih ke kondisi istirahat.

Karena itu, setelah melewati batas waktu tersebut, seseorang dapat mengalihkan perhatian pada aktivitas yang lebih menyenangkan. Misalnya menghabiskan waktu bersama keluarga, melakukan hobi, membaca buku, atau melakukan kegiatan santai lainnya.

Jika pikiran yang membuat cemas kembali muncul setelah pukul 18.30, cobalah bertanya kepada diri sendiri, Apakah ada sesuatu yang benar-benar bisa saya lakukan malam ini?”

Jika memang ada tindakan yang dapat dilakukan, selesaikan seperlunya. Namun, jika tidak ada yang bisa dilakukan, persoalan tersebut dapat dicatat dan kembali ditangani keesokan harinya.

Aturan 6.30 juga tidak harus diterapkan tepat pada pukul 18.30. Bagi orang yang bekerja hingga malam atau memiliki jadwal berbeda, waktu tersebut dapat disesuaikan.

Intinya bukan pada angka 6.30, melainkan pada kebiasaan memberikan batas waktu bagi pikiran untuk berhenti bekerja dan mulai beristirahat.

Dengan cara tersebut, malam hari tidak harus selalu dihabiskan untuk memikirkan berbagai kemungkinan buruk. Ada waktunya menyelesaikan masalah, dan ada waktunya memberikan kesempatan bagi tubuh serta pikiran untuk beristirahat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....