Tiga Kata Sederhana yang Penting untuk Anak
- 15 Sep 2026 20:26 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon : Konflik antara orang tua dan anak merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan keluarga. Anak terkadang menolak menggosok gigi, sulit diajak tidur, atau ingin melakukan sesuatu dengan caranya sendiri.
Situasi tersebut dapat membuat orang tua frustrasi hingga kehilangan kesabaran. Bahkan, tidak sedikit orang tua yang kemudian menyesal karena bersikap terlalu keras kepada anak.
Namun, perbedaan pendapat dan konflik tidak selalu berdampak buruk. Jika dihadapi dengan cara yang tepat, konflik dapat menjadi kesempatan bagi orang tua dan anak untuk belajar memahami satu sama lain.
Cinta Membuat Anak Merasa Aman
Hal penting dalam hubungan orang tua dan anak bukan berarti tidak pernah terjadi konflik. Yang lebih menentukan adalah hubungan emosional yang terbangun di antara keduanya.
Anak perlu mengetahui bahwa dirinya tetap dicintai meskipun melakukan kesalahan atau mendapatkan teguran.
Menyadur Psychologytoday, dalam sejumlah pengalaman psikologis, orang dewasa yang membawa pengalaman masa kecil yang menyakitkan terkadang mengungkapkan bahwa mereka sebenarnya mengetahui orang tuanya menyayangi mereka. Namun, kasih sayang tersebut tidak pernah diungkapkan secara langsung.
Ada pula anak yang merasa kasih sayang orang tua hanya diberikan ketika mereka berperilaku baik, mendapatkan nilai tinggi, atau mencapai sesuatu yang diharapkan.
Kondisi tersebut dapat membuat anak merasa bahwa cinta harus diperoleh melalui pencapaian tertentu.
Tiga Kata yang Sederhana
Orang tua sebenarnya tidak perlu mencari cara yang rumit untuk menunjukkan kasih sayang. Salah satu cara sederhana adalah mengatakannya secara langsung: “Aku Menyayangimu.”
Tiga kata tersebut dapat disampaikan sebelum anak tidur, ketika mengantar ke sekolah, saat berpisah, atau bahkan tanpa alasan khusus.
Ungkapan kasih sayang yang diberikan secara konsisten dapat membantu anak merasa diterima dan memiliki tempat yang aman untuk kembali ketika menghadapi kegagalan, kekecewaan, maupun masalah dalam kehidupan.
Tetap Bisa Marah dan Memberi Batasan
Mengatakan “Aku Menyayangimu” bukan berarti orang tua harus membenarkan semua perilaku anak. Orang tua tetap perlu memberikan aturan, batasan, teguran, dan konsekuensi ketika anak melakukan kesalahan.
Anak justru perlu memahami bahwa perilaku dapat ditolak, tetapi dirinya tetap dicintai. Misalnya, orang tua dapat mengatakan bahwa mereka tidak menyukai tindakan anak, tetapi tetap menegaskan bahwa rasa sayang tidak berubah.
Cara tersebut membantu anak membedakan antara dirinya dengan perilakunya. Kesalahan yang dilakukan tidak membuat dirinya kehilangan kasih sayang dari orang tua.
Mengapa Ungkapan Cinta Sering Dilupakan?
Tidak semua orang tua terbiasa mengungkapkan kasih sayang secara verbal. Sebagian mungkin tumbuh dalam keluarga yang jarang mengatakan “Aku Menyayangimu”. Sebagian lainnya khawatir terlalu banyak memberikan pujian atau kasih sayang akan membuat anak menjadi manja.
Padahal, mengungkapkan kasih sayang dan menetapkan batasan dapat dilakukan secara bersamaan. Orang tua dapat menunjukkan rasa cinta sekaligus mengatakan bahwa perilaku tertentu tidak dapat diterima.
Hal tersebut juga menjadi pembelajaran bagi anak bahwa dalam hubungan yang sehat, seseorang dapat merasa marah atau kecewa tanpa harus kehilangan rasa cinta.
Kasih Sayang Menjadi Bekal Anak
Anak yang merasa dicintai secara konsisten memiliki dasar emosional untuk membangun kepercayaan terhadap dirinya sendiri dan orang lain. Rasa aman tersebut juga dapat membantu anak memahami bahwa hubungan yang sehat tidak harus selalu berjalan tanpa konflik.
Yang terpenting adalah bagaimana konflik diselesaikan dengan komunikasi, batasan yang jelas, dan kasih sayang. Karena itu, orang tua tidak perlu menunggu momen khusus untuk mengatakan kepada anak bahwa mereka dicintai.
Tiga kata sederhana, “Aku Menyayangimu,” dapat menjadi ungkapan kecil yang memberikan makna besar bagi tumbuh kembang emosional anak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....