Bener Meriah Dorong Pengkajian Risiko Bencana Partisipatif

  • 28 Sep 2026 16:24 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Redelong – Wakil Bupati Bener Meriah, Ir. H. Armia, menghadiri kegiatan Pengkajian Risiko Bencana Partisipatif Kabupaten Bener Meriah Tahun 2026 yang digelar Posko Relawan Alang Tulung Beret Berbantu (RATB), Senin 28 September 2026 di Seladang Caffe, Jalan Lintas Takengon–Bireuen.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Bener Meriah Ilham Abdi, S.STP., M.AP., unsur DMC Dompet Dhuafa, Posko RATB, Ketua LPKH Gunung Geureudong, serta para reje dari Desa Rembune, Pantan Pediangan, dan Bukit Mulie.

Dalam arahannya, Wabup Ir. H. Armia menyampaikan bahwa kondisi geografis Bener Meriah yang berada di kawasan pegunungan dan perbukitan, serta dilintasi jalur sesar aktif, menjadikan daerah tersebut memiliki risiko bencana yang perlu diantisipasi secara serius.

Menurutnya, bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada akhir Desember 2025 menjadi pelajaran penting bagi pemerintah dan masyarakat agar pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga memperhatikan aspek ketangguhan terhadap bencana.

“Pengkajian risiko bencana secara partisipatif merupakan langkah strategis. Masyarakat adalah pihak yang paling mengetahui kondisi wilayah, termasuk titik rawan longsor, lokasi banjir, dan jalur evakuasi,” ujar Wabup.

Ir. H. Armia meminta peserta memetakan tiga aspek utama dalam pengkajian, yakni ancaman (hazard), kerentanan (vulnerability), dan kapasitas (capacity) yang dimiliki masyarakat dan desa. Pemetaan tersebut, kata dia, juga perlu memperhatikan kearifan lokal serta semangat gotong royong yang menjadi kekuatan masyarakat dalam menghadapi bencana.

Ia berharap hasil pengkajian tersebut dapat menjadi dasar dalam penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB), RPJMD, tata ruang berbasis mitigasi bencana, serta dokumen R3P dan Jitupasna lanjutan.

Wabup juga menekankan pentingnya keterlibatan akademisi dan seluruh pemangku kepentingan agar kajian yang dihasilkan lebih komprehensif serta sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.

“Harapan kita, Bener Meriah ke depan bukan hanya pulih, tetapi menjadi kabupaten yang tangguh bencana, Islami, maju, dan berkelanjutan,” demikian Wabup Bener Meriah, Ir. H. Armia.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....