7 Cara Bikin Pagi Anak Lebih Tenang

  • 05 Sep 2026 17:03 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon : Pagi hari menjelang sekolah sering menjadi waktu paling sibuk bagi keluarga. Anak sulit bangun, seragam belum siap, sementara orang tua harus mengejar waktu agar tidak terlambat.

Situasi tersebut sebenarnya dapat dikurangi dengan persiapan sederhana. Menyadur Parents, Sabtu (5/9/2026), Terapis keluarga sekaligus pendiri Parenting Pathfinders, Michelle Felder, membagikan sejumlah cara untuk membuat rutinitas pagi lebih tenang.

1. Orang Tua Perlu Menenangkan Diri

Sebelum mengurus kebutuhan anak, orang tua sebaiknya memperhatikan kondisi dirinya sendiri. Bangun 15 menit lebih awal dapat memberikan waktu untuk melakukan peregangan atau menikmati suasana tenang.

Memutar musik atau melakukan ritual sederhana juga dapat membantu mengatur suasana hati. Menurut Felder, kemampuan orang tua mengatur emosi dapat membantu anak mengelola emosinya.

2. Buat Rutinitas yang Konsisten

Anak prasekolah cenderung lebih mudah mengikuti kegiatan yang dilakukan secara konsisten. Orang tua dapat membuat daftar visual yang berisi urutan kegiatan setiap pagi.

Misalnya, anak mulai dari ke kamar mandi, menyikat gigi, berpakaian, sarapan, memakai sepatu, lalu membawa tas. Rutinitas tidak harus kaku, tetapi urutannya sebaiknya mudah dipahami anak.

3. Siapkan Keperluan Sejak Malam

Pakaian, bekal, botol minum, dan perlengkapan sekolah dapat disiapkan sebelum tidur. Cara ini membuat pekerjaan pagi menjadi lebih ringan.

Orang tua juga dapat menentukan menu sarapan sejak malam. Dengan begitu, waktu pagi tidak banyak digunakan untuk mengambil keputusan kecil.

4. Berikan Waktu Cadangan

Anak kecil tidak selalu dapat bergerak sesuai jadwal orang dewasa. Mereka bisa berjalan lebih lambat atau tiba-tiba mengalami perubahan emosi.

Karena itu, orang tua sebaiknya menyediakan waktu tambahan sebelum berangkat. Waktu cadangan dapat membuat orang tua lebih sabar ketika menghadapi situasi yang tidak terduga.

5. Buat Tempat Khusus Dekat Pintu

Tas, sepatu, botol minum, dan perlengkapan sekolah sebaiknya memiliki tempat khusus. Lokasi tersebut dapat menjadi titik kumpul sebelum keluarga berangkat.

Daftar visual juga dapat ditempel di dekat tempat tersebut. Anak kemudian dapat memeriksa sendiri barang yang harus dibawa.

6. Beri Anak Pilihan

Melibatkan anak dalam rutinitas dapat menumbuhkan rasa mandiri. Orang tua dapat memberikan pilihan sederhana agar anak merasa ikut menentukan kegiatannya.

Contohnya, anak boleh memilih pakaian atau menentukan salah satu dari dua pilihan camilan. Setelah itu, anak dapat memasukkan sendiri barang tersebut ke dalam tas.

7. Luangkan Waktu Sebelum Berpisah

Sebelum meninggalkan anak di sekolah, luangkan waktu untuk membangun kedekatan. Pelukan singkat, tos khusus, atau mendengarkan lagu kesukaan dapat menjadi ritual sederhana.

Menurut Felder, kehadiran orang tua yang tenang dan konsisten dapat membantu anak menghadapi perasaan stres atau cemas saat berpisah.

Tidak Harus Sempurna

Rutinitas pagi tidak selalu berjalan sesuai rencana. Ada kalanya anak sulit dibangunkan, menolak memakai sepatu, atau mengalami ledakan emosi.

Dalam kondisi tersebut, orang tua tidak perlu langsung menyalahkan diri sendiri. Setelah keadaan lebih tenang, orang tua dapat mengajak anak membicarakan apa yang terjadi dan mencari solusi bersama.

Persiapan sejak malam, rutinitas yang konsisten, serta waktu untuk membangun kedekatan dapat membuat perjalanan dari rumah menuju sekolah terasa lebih ringan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....