Umbul Brintik Tawarkan Wisata Terapi, Klaten Perkuat menuju Wellness Tourism
- 03 Jul 2026 18:21 WIB
- Surakarta
RRI.CI.ID, Surakarta - Pemerintah Kabupaten Klaten terus memperkuat pengembangan wisata berbasis kesehatan atau wellness tourism. Salah satu andalannya adalah Umbul Brintik di Desa Malangjiwan, Kecamatan Kebonarum, yang menggabungkan wisata air alami dengan layanan terapi kebugaran.
Konsep ini sekaligus menjadi nilai tambah yang mengantarkan Umbul Brintik masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia atau API Awards 2026 kategori wisata air.
| Baca juga: Umbul Brintik Klaten Obyek Wisata Wellness |
Kepala Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Klaten, Dwi Murwanti, mengatakan pengembangan wellness tourism merupakan upaya meningkatkan daya saing destinasi wisata. Wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga memperoleh manfaat kesehatan melalui paket wisata minat khusus yang didukung tenaga terapis bersertifikat.
“Di November itu untuk awarding-nya. Kebetulan untuk penyelenggaraan ke-10 ini tuan rumah nanti insyaallah Klaten. Dan karena spesial juga kebetulan Klaten tahun ini juga hari jadi Klaten yang ke-222 angka cantik gitu ya, “ ungkap Dwi Murwanti dalam dialog interaktif di RRI Jumat 3 Juli 2026.
Sementara itu, Kepala Desa Malangjiwan, KRT Suprianto Adinagoro, menjelaskan Umbul Brintik memiliki lima kolam yang bersumber langsung dari mata air alami. Airnya rutin diuji kualitasnya, sementara layanan terapi didukung delapan terapis yang telah mendapatkan pelatihan dan sertifikasi. Pengelola juga bekerja sama dengan sejumlah rumah sakit dalam mendukung program rehabilitasi pasien pascastroke maupun gangguan saraf sesuai rekomendasi tenaga medis.
Selain mengutamakan kualitas layanan, pengelola juga menyiapkan standar operasional keselamatan, tim SAR di setiap kolam, serta perlindungan asuransi bagi pengunjung. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap wisata berbasis kesehatan yang dikembangkan di Klaten.
“Kami menyiapkan ada lima kolam tapi itu sumber mata air langsung. Umbul Brintik karena sumbernya itu brintik brintik banyak sekali mata airnya. Hasil laboratorium yang kami cek setiap 6 bulan sekali ini pH-nya 8,3. mineralnya itu 70 sampai ke angka 90 dan TDS hanya 40 PPM. Ini sangat layak untuk diminum tanpa tanpa dimasak, “ ungkap Suprianto Adinagoro.
Meski demikian, pengembangan pariwisata di Klaten masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan transportasi umum menuju sejumlah destinasi wisata. Pemerintah daerah menilai konektivitas dari stasiun maupun terminal menuju objek wisata perlu diperkuat agar semakin memudahkan wisatawan berkunjung.
Melalui pengembangan wellness tourism, Klaten berharap potensi wisata berbasis mata air alami tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, menggerakkan perekonomian masyarakat, sekaligus memperkuat posisi Klaten sebagai destinasi wisata kesehatan di Indonesia. Lidia
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....