Klaten International Cycling Festival, Saatnya "Kota 1000 Umbul" jadi Sport Tourism
- 18 Mei 2026 22:33 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Selama puluhan tahun, Kabupaten Klaten sering kali hanya menjadi saksi bisu bagi jutaan pasang mata yang melintas di jalan raya Solo-Yogyakarta. Wisatawan kerap menjadikan Klaten sekadar "persinggahan" singkat untuk memotret kemegahan Candi Prambanan sebelum akhirnya memilih bermalam di kenyamanan hotel-hotel besar di Jogja atau Solo.
Namun, pada 17 hingga 24 Mei 2026, narasi lama itu tampaknya mulai dirombak total melalui gelaran akbar Klaten International Cycling Festival (KLICFEST). Sebuah Festival bersepeda internasional yang akan menampilkan rute ikonik melewati sejumlah candi (Prambanan, Sewu, Plaosan), road bike, fun bike, serta pameran UMKM.
Di bawah komando Bupati Hamenang Fajar Ismoyo, Klaten kini tak lagi mau hanya menjadi penonton di rumah sendiri. KLICFEST 2026 bukan sekadar ajang adu kecepatan di atas pedal, melainkan sebuah strategi sport tourism yang digarap dengan sangat serius.
Dengan partisipasi lebih dari 30 negara, perhelatan ini menjadi panggung besar bagi Klaten untuk memamerkan "harta karun" yang selama ini tersembunyi di balik nama besar tetangganya.
Bayangkan ratusan pesepeda dari berbagai belahan dunia mengayuh pedal menyusuri rute ikonik yang melintasi empat candi besar: Prambanan, Sewu, Plaosan, hingga Candi Kembar. Tak hanya sejarah, mata mereka juga akan dimanjakan oleh hamparan sawah dan kesejukan ratusan umbul air yang menjadi identitas alam Klaten.
Pesan yang ingin disampaikan jelas: Klaten memiliki nilai lebih yang tak dimiliki kota lain, yakni perpaduan antara wisata spiritual, sejarah, dan kesegaran alam yang otentik.
Namun, di balik kemeriahan pameran sepeda klasik dan konser musik di Urban Temple Fest, ada satu catatan kritis yang menjadi tantangan besar. Hingga saat ini, Klaten masih kekurangan infrastruktur perhotelan yang memadai.
Akibatnya, limpahan ekonomi dari kunjungan wisatawan sering kali mengalir kembali ke kota tetangga Solo atau Jogja, karena minimnya pilihan tempat menginap. Padahal, jika wisatawan bisa ditarik untuk stay lebih lama, dampak langsungnya terhadap UMKM lokal mulai dari kuliner hingga kerajinan akan melonjak berkali-kali lipat.
KLICFEST 2026 harus menjadi titik balik. Ini adalah momentum bagi para pengembang dan investor untuk melihat potensi Klaten yang sedang bersolek.
Dengan event internasional yang digarap maksimal seperti ini, Klaten sedang membuktikan bahwa mereka bukan lagi sekadar kota lintasan, melainkan destinasi kelas dunia yang siap berdiri sejajar dengan Solo dan Jogja. Saatnya Klaten naik kelas, bukan lagi dengan mengekor, melainkan dengan memimpin melalui pesona budayanya sendiri. MI
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....