BUMDes Kelola Destinasi Wisata Umbul Pelem, Datangkan Kesejahteraan Warga

  • 09 Mar 2026 03:35 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Pengelolaan wisata berbasis masyarakat di Desa Wunut, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, terus menunjukkan perkembangan positif. Destinasi wisata air alami Umbul Pelem yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sejak tahun 2018 kini tidak hanya menjadi tujuan wisata, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi warga desa.

Kepala Desa Wunut, Iwan Sulistya Setiawan mengatakan pengelolaan wisata tersebut berawal dari upaya desa memanfaatkan potensi sumber mata air alami yang dimiliki. “Sejak mulai dikelola pada 2018, wisata ini terus berkembang. Kami berupaya agar pengelolaannya melibatkan masyarakat sehingga manfaatnya bisa dirasakan bersama,” ujarnya.

Salah satu bentuk manfaat ekonomi tersebut adalah pembagian tunjangan hari raya (THR) kepada warga desa. Dari hasil pengelolaan wisata, setiap warga Desa Wunut tahun 2026 ini menerima THR sekitar Rp250 ribu per orang.

Lanjutnya, pendapatan wisata berasal dari tiket masuk, parkir kendaraan, serta aktivitas ekonomi lain yang berkembang di kawasan wisata. Kehadiran wisatawan juga membuka peluang usaha bagi warga melalui kuliner, penyewaan perlengkapan, hingga usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Pengembangan wisata di Desa Wunut juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Klaten. Pemerintah daerah memberikan pendampingan melalui berbagai program, salah satunya workshop peningkatan kapasitas sumber daya manusia bagi pengelola wisata dan masyarakat desa.

Kabid Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Klaten, Dwi Murwanti, SE, M.Si mengatakan pendampingan tersebut bertujuan agar desa wisata dapat berkembang secara berkelanjutan dan dikelola secara profesional oleh masyarakat. “Peningkatan kapasitas SDM menjadi kunci dalam pengelolaan desa wisata,” katanya.

Menurutnya, pemerintah daerah juga menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Melalui program tersebut, mahasiswa turut membantu masyarakat dalam pengembangan wisata desa, mulai dari pengelolaan destinasi, promosi digital, hingga pemberdayaan UMKM lokal. ”Karena itu kami mendorong pelatihan dan kerja sama dengan perguruan tinggi agar masyarakat mendapat pendampingan yang berkelanjutan,” ucap Dwi.

Meski wisata terus berkembang, pemerintah desa tetap menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Sumber mata air alami yang menjadi daya tarik utama wisata di Desa Wunut harus tetap dijaga agar keberlanjutan wisata tetap terjamin.

Dengan pengelolaan yang melibatkan masyarakat serta dukungan pendampingan dari pemerintah dan perguruan tinggi, Desa Wunut berharap wisata Umbul Pelem dapat terus berkembang sekaligus menjadi sumber kesejahteraan bagi warga desa. Melalui pengelolaan oleh BUMDes, potensi tersebut kemudian dikembangkan menjadi destinasi wisata yang mampu meningkatkan pendapatan desa dan masyarakat. (Wiwik)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....