Umbul Nilo Jadi Ikon Wisata Desa, Dongkrak Pendapatan hingga Rp2 Miliar per Tahun
- 31 Mei 2026 10:36 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Di tengah banyaknya wisata air yang berkembang di Kabupaten Klaten, Umbul Nilo di Desa Daleman, Kecamatan Tulung, berhasil menjadi salah satu destinasi unggulan yang menarik ribuan wisatawan setiap tahunnya. Berawal dari sumber mata air yang dimanfaatkan untuk pertanian dan perikanan, kawasan ini kini berkembang menjadi objek wisata berbasis ekowisata yang memberikan dampak signifikan bagi perekonomian desa.
Kepala Desa Daleman sekaligus pengelola Umbul Nilo, Mursito, menjelaskan bahwa pengembangan wisata dilakukan tanpa mengubah fungsi utama mata air. "Air tetap dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian, perikanan, dan air minum masyarakat, sementara sektor wisata hanya menggunakan konsep pinjam pakai sehingga tidak mengganggu ekosistem yang ada, " ucapnya.
Menurutnya, keunggulan Umbul Nilo terletak pada suasana alam yang masih asri dan alami. Lokasinya yang berada di kawasan persawahan membuat pengunjung dapat menikmati pengalaman wisata yang menyatu dengan alam, mulai dari anak-anak hingga lansia.
Proses pengembangan wisata tidak berlangsung mudah. Sejak 2015, pemerintah desa mulai menata kawasan dengan bantuan dana sebesar Rp200 juta dari Pemerintah Kabupaten Klaten untuk pembangunan pagar dan area parkir. Berbagai kendala juga dihadapi, mulai dari keterbatasan lahan hingga keberadaan jalur pipa Pertamina yang melintasi area pengembangan.
Meski demikian, dukungan masyarakat dan lembaga desa menjadi modal utama. Pembentukan BUMDes pada 2017 menjadi titik penting dalam pengelolaan wisata. Pendapatan asli desa (PAD) yang semula hanya sekitar Rp60 juta per tahun meningkat menjadi lebih dari Rp100 juta, kemudian terus berkembang hingga kini menghasilkan pendapatan kotor sekitar Rp2 miliar per tahun.
"Saat musim liburan, jumlah pengunjung meningkat tajam. Jika pada hari biasa jumlah pengunjung berkisar 200 hingga 300 orang per hari, saat libur panjang dapat mencapai 1.000 hingga 2.000 orang per hari. Mayoritas wisatawan berasal dari wilayah Solo Raya, seperti Surakarta, Sukoharjo, Wonogiri, Boyolali, dan Klaten, "katanya.
Untuk menjaga kelestarian sumber air, pengelola secara rutin melakukan penghijauan di kawasan tangkapan air lereng Merapi. Setiap tahun, sekitar 1.000 pohon ditanam bekerja sama dengan komunitas pecinta Sungai Pusur dan berbagai pihak lainnya.
Selain terus menambah fasilitas seperti kolam renang, area tubing, terapi ikan, camping ground, dan wahana outbound, pengelola juga berencana mengembangkan restoran yang dikelola secara profesional oleh BUMDes. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan sekaligus menjawab masukan pengunjung terkait pilihan kuliner di kawasan wisata.
Mursito berharap Umbul Nilo tidak hanya menjadi ikon wisata Desa Daleman, tetapi juga salah satu ikon wisata Kabupaten Klaten. Ia mengajak masyarakat untuk terus memberikan kritik dan masukan demi peningkatan pelayanan serta menjaga kelestarian lingkungan agar wisata berbasis alam tersebut tetap nyaman dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....