Terobosan Arenofoam, Solusi "Hijau" dari Tulung untuk Dunia

  • 21 Apr 2026 00:00 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Sragen - Kabupaten Klaten kembali membuktikan bahwa inovasi terbaik sering kali lahir dari keresahan terhadap lingkungan sekitar. Melalui ajang Kreativitas dan Inovasi (Krenova) 2026, sebuah terobosan bernama Arenofoam muncul sebagai kandidat kuat penyelamat lingkungan sekaligus jawaban atas melambungnya harga plastik dunia.

Ditemukan oleh Arita Dewi Nugraheni seorang dosen Fakultas Teknologi Pertanian UGM asal Desa Jurangjero, Karanganom, inovasi ini mengubah limbah padat (ampas onggok) industri soun di Kecamatan Tulung menjadi wadah makanan ramah lingkungan.

Kecamatan Tulung selama ini dikenal sebagai sentra industri soun, namun di balik itu ada beban lingkungan yang besar. Sekitar 659 ton ampas onggok dihasilkan setiap tahunnya. Selama ini, limbah tersebut hanya menumpuk di bantaran sungai atau pinggir jalan.

Arenofoam hadir untuk memutus rantai polusi tersebut. Dengan memanfaatkan ampas aren sebagai bahan baku utama, inovasi ini tidak hanya mengurangi pencemaran di Klaten, tetapi juga mengubah "sampah" menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Perbandingan antara Arenofoam dan styrofoam konvensional sangat kontras. Jika styrofoam membutuhkan waktu hingga 500 tahun untuk hancur, Arenofoam hanya butuh waktu 60 hari untuk terurai sepenuhnya oleh mikroorganisme tanah.

Menggunakan material food grade Arenofoam memastikan tidak ada migrasi zat kimia berbahaya ke dalam makanan, sebuah risiko yang sering menghantui penggunaan wadah plastik sintetis.

Inovasi ini datang di momentum yang tepat. Eskalasi konflik di Timur Tengah telah memicu lonjakan harga minyak mentah dunia, yang berdampak langsung pada meroketnya harga bahan baku plastik dan styrofoam.

Arenofoam menawarkan kemandirian bahan baku. Dengan memanfaatkan potensi lokal yang melimpah di Klaten, ketergantungan pada produk turunan minyak bumi bisa ditekan. Jika diproduksi secara massal dengan teknologi industri, efisiensi waktu pembuatannya pun bisa mencapai hitungan detik per unit.

Lapangan Kerja dan Industri Hijau

Visi Arita Dewi Nugraheni tidak berhenti pada piala juara II Krenova. Ada potensi besar untuk membangun skala industri di Klaten yang dapat menyerap tenaga kerja lokal. Inovasi ini adalah prototipe sempurna dari *circular economy*:

1. Limbah pertanian diambil.

2. Diolah menjadi produk fungsional.

3. Kembali ke alam tanpa meninggalkan racun.

Arenofoam bukan sekadar wadah makanan; ia adalah simbol kedaulatan inovasi lokal Klaten. Jika pemerintah dan sektor swasta serius memberikan dukungan riset dan hilirisasi, bukan tidak mungkin Klaten akan dikenal sebagai pelopor transisi dari era plastik menuju era biodegradable di Indonesia.

Namun semua itu kembali kepada pemangku kebijakan atau pemerintah untuk mengembangkan inovasi ramah lingkungan tersebut atau tetap bergantung pada bahan baku plastik dan styrofoam yang belakangan harganya semakin mencekik pelaku UMKM.

Semoga temuan-temuan dan inovasi anak bangsa ini disambut dengan tangan terbuka dan ditindaklanjuti untuk menjawab masalah dan tantangan masa depan. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....