25 SMP di Solo Sulap Sampah Plastik Jadi Barang Seni

  • 18 Apr 2026 11:04 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Tumpukan sampah plastik yang kerap menjadi persoalan lingkungan kini berubah menjadi deretan karya seni bernilai guna di tangan puluhan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Surakarta. Sebanyak 25 sekolah berpartisipasi dalam lomba kreasi daur ulang yang digelar di SMK Muhammadiyah 4 Surakarta, Jumat, 17 April 2026.

Kegiatan yang berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta ini menjadi ajang pembuktian limbah non-organik mampu memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan kreativitas. Kepala SMK Muhammadiyah 4 Surakarta, Musyarofah, menyatakan kompetisi ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Milad sekolah yang ke-18 sekaligus peluncuran program Muara Fest.

Inisiatif ini lahir dari keinginan untuk mengedukasi generasi muda agar lebih bijak dalam memperlakukan sampah plastik di lingkungan sekolah maupun rumah. Dengan memberikan wadah bagi kreativitas siswa, diharapkan kesadaran akan pentingnya gaya hidup ramah lingkungan dapat tertanam sejak dini.

"Melalui lomba ini, para peserta ditantang untuk mentransformasi berbagai jenis plastik bekas menjadi produk yang bermanfaat dan menarik secara visual, " ujarnya.

Musyarofah berharap, ke depan SMK Muhammadiyah 4 Surakarta dapat terus memberikan kontribusi nyata dalam upaya meningkatkan kebersihan lingkungan di Kota Solo. Edukasi ini dinilai sangat mendesak mengingat volume sampah plastik yang terus meningkat di wilayah perkotaan setiap tahunnya.

"Harapan saya SMK Muhammadiyah 4 Surakarta bisa memberikan kontribusi terhadap lingkungan, di mana anak-anak kita berikan edukasi untuk bagaimana supaya melakukan ramah lingkungan. Salah satunya dengan memberikan kreasi daur ulang sampah sehingga sampah bisa kita tekan sedikit untuk lingkungan yang semakin berseri," ujar Musyarofah.

Sementara itu, DLH Kota Surakarta memandang kegiatan ini sebagai langkah konkret dalam mendukung program pemberdayaan pemilahan sampah yang digalakkan pemerintah kota. Kerja sama antara sektor pendidikan dan instansi lingkungan dinilai sangat efektif untuk mempercepat sosialisasi pemilahan sampah organik dan non-organik.

Aksi para siswa SMP ini menunjukkan bahwa sampah bukan lagi sekadar kotoran, melainkan bahan baku yang potensial.Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kota Surakarta, Agung Prihanto, menegaskan hasil kreasi siswa dalam lomba ini membuktikan adanya manfaat ganda, yakni pengurangan beban sampah sekaligus peningkatan nilai ekonomi.

Pihaknya sangat mengapresiasi inovasi yang muncul dari para peserta dan berharap kegiatan serupa dapat direplikasi oleh lebih banyak institusi pendidikan. Sinergi ini menjadi kunci utama dalam menjaga ekosistem kota yang sehat dan berkelanjutan.

"Kita sangat mengapresiasi, ini salah satu kreasi dari sampah non-organik atau plastik, bisa dibawa pulang, dikreasikan sehingga bermanfaat dan mempunyai nilai ekonomis atau nilai sampah. Semoga ke depannya masih ada kegiatan-kegiatan yang terkait dengan pengelolaan sampah di kota-kota besar," kata Agung. (Dania)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....