Pimpinan DPRD Siapkan Opsi Parkir Lokasi Lain untuk Warga Rejosari
- 01 Okt 2026 18:43 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Wakil Ketua DPRD Kota Surakarta Ardianto Kuswinarno menyiapkan opsi lokasi parkir alternatif bagi warga RW 13 Rejosari yang terdampak penataan parkir di sekitar Masjid Raya Sheikh Zayed Solo. Opsi tersebut disiapkan agar warga tetap dapat bekerja dan memperoleh penghasilan, meski Jalan Mentawai sisi barat tetap disterilisasi.
Ardianto mengatakan, dalam pertemuan dengan warga RW 13, pihaknya mendengarkan berbagai keluhan terkait rencana sterilisasi parkir di kawasan timur Masjid Raya Sheikh Zayed. Salah satu persoalan yang disampaikan warga adalah kekhawatiran terhadap keberlangsungan pekerjaan juru parkir yang selama ini menjadi bagian dari aktivitas di kawasan tersebut.
Menurut Ardianto, penataan Jalan Mentawai sisi barat tetap perlu dilakukan karena merupakan fasilitas umum. Sementara itu, pihak masjid telah menyediakan area parkir yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengaturan kendaraan.
“Kalau pendapat saya ini harus jalan karena ini kan fasum. Ini fasum milik umum dan kebetulan memang dari Masjid Syekh Zayed sudah memberikan tempat,” kata Ardianto, Rabu, 30 September 2026 saat menemui warga RW 13 Rejosari.
Ia menegaskan, penataan tersebut tidak dimaksudkan untuk menghilangkan mata pencaharian warga. Karena itu, Ardianto akan mendiskusikan kemungkinan penyediaan lokasi parkir di luar kawasan RW 13 bersama Wali Kota Surakarta dan Kepala Dinas Perhubungan Kota Surakarta.
“Saya tadi matur, kita tidak ingin membunuh apa yang namanya pekerjaan saudara-saudara. Tapi saya akan mencarikan solusi untuk parkir di luar kampung RW 13 Masjid Syekh Zayed,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Warga Rejosari RW 13, Lanyono, mengatakan warga masih mempertimbangkan tawaran tersebut. Menurutnya, warga tidak ingin terjadi benturan dengan pihak lain dan tetap membuka ruang koordinasi terkait pengaturan parkir.
Lanyono mengatakan, apabila kantong parkir di sekitar masjid telah penuh, warga dapat membantu mengarahkan kendaraan ke lokasi parkir lain. Ia menekankan pentingnya koordinasi agar penataan tidak menimbulkan persoalan baru bagi warga maupun pengelola kawasan.
“Poinnya kan tetap kita koordinasi. Kita enggak mau berhadap-hadapan dengan pihak security. Tetap kita koordinasi, yang penting ini penuh dulu, kalau sudah penuh nanti kita bantu untuk ngisi di dalam,” kata Lanyono.
Ia menambahkan, pengaturan waktu penggunaan lokasi parkir juga dapat dibicarakan agar pemanfaatan lahan menyesuaikan tingkat kebutuhan kendaraan. Menurutnya, mekanisme tersebut dapat menjadi bagian dari solusi tanpa harus mempertemukan warga dengan pihak lain dalam situasi yang berpotensi menimbulkan benturan.
Lanyono juga menyampaikan bahwa sebagian besar juru parkir di wilayahnya merupakan warga berusia lanjut. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan warga ketika membahas kemungkinan pemindahan lokasi parkir dan keberlangsungan pekerjaan mereka. (Ryan Assyidiqi)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....