Bilal Wakil Ketua DPRD Solo Dukung Penataan Parkir Masjid Zayed

  • 01 Okt 2026 06:46 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Wakil Ketua DPRD Kota Surakarta Muhammad Bilal mendukung langkah Pemerintah Kota Surakarta melakukan penataan parkir di kawasan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo. Penataan dinilai penting untuk menjaga kelancaran akses, ketertiban lalu lintas, serta kenyamanan warga dan wisatawan.

Bilal mengatakan, penataan juga dapat mempermudah pengawasan terhadap aktivitas parkir di kawasan tersebut. Hal itu penting mengingat adanya laporan masyarakat mengenai dugaan pungutan liar yang dilakukan oleh oknum juru parkir.

“Jadi jalur biar steril juga. Dan tentu penataan ini akan lebih mempermudah pengawasan karena kita tahu di beberapa isu di media sosial juga karena parkirnya sudah tidak tertata terus terjadi semacam oknum untuk melakukan pungli,” ujarnya, Rabu, 30 September 2026.

Menurut Bilal, persoalan parkir yang tidak tertata dan dugaan pungli juga dapat berdampak terhadap citra Kota Surakarta sebagai daerah tujuan wisata. Karena itu, penataan kawasan Masjid Zayed perlu dibarengi dengan sistem pengawasan yang jelas.

Ia menegaskan, penataan tidak boleh hanya dimaknai sebagai pemindahan atau sterilisasi lokasi parkir. Pemerintah juga perlu memperhatikan masyarakat yang selama ini bekerja sebagai juru parkir dan terdampak kebijakan tersebut.

“Sangat mendukung penataan Masjid Zayed sebagai wisata religi. Karena tidak semua daerah punya, kita punya dan harus kita optimalkan. Harapannya selain penataan, pungli tidak ada,” kata Bilal.

Bilal berharap penataan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat maupun wisatawan. Menurutnya, keberadaan juru parkir yang terdampak juga perlu mendapatkan perhatian dan solusi agar tidak kehilangan mata pencaharian.

“Penataan ini bukan sekadar menggusur dalam tanda kutip, tapi penataan harus berdampak pada masyarakat maupun wisatawan. Jangan sampai wisatawan kapok untuk datang ke Solo,” tuturnya.

Ia mendorong Pemerintah Kota Surakarta melakukan komunikasi dengan para juru parkir dan warga yang terdampak sebelum penataan diberlakukan. Kepastian mengenai pengelolaan parkir, tarif, pengawasan, hingga keberlanjutan pekerjaan juru parkir dinilai perlu diperjelas.

“Kita percaya penataan yang baik bukan sekadar memindahkan lokasi parkir, tetapi juga memastikan siapa yang mengelola, bagaimana sistemnya, berapa tarifnya, bagaimana pengawasannya, serta bagaimana nasib para jukir yang terdampak,” imbuhnya.

Bilal menilai penataan kawasan Masjid Zayed perlu dilihat secara menyeluruh. Menurutnya, ketertiban kawasan dan keberlangsungan mata pencaharian masyarakat harus menjadi bagian dalam pembahasan kebijakan.

“Mari kita lihat persoalan ini secara utuh. Kita dukung penataannya, kita kawal prosesnya, dan kita pastikan tidak ada masyarakat yang ditinggalkan,” ujarnya. (Ryan Assyidiqi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....