Sidak Parkiran Zayed, Komisi III Soroti Dampak Sterilisasi Parkir bagi 56 Jukir
- 01 Okt 2026 06:47 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Komisi III DPRD Kota Surakarta mencermati dampak ekonomi rencana sterilisasi parkir di kawasan timur Masjid Raya Sheikh Zayed Solo. Dari hasil inspeksi mendadak di Jalan Mentawai 1, Gilingan, terdapat 56 anggota paguyuban parkir yang berpotensi terdampak kebijakan tersebut.
Anggota Komisi III DPRD Kota Surakarta Kevin Chandra Sadewa mengatakan, persoalan tersebut perlu dikaji secara menyeluruh sebelum penataan diterapkan. Selain juru parkir, pelaku UMKM di sekitar kawasan juga dinilai berpotensi terkena dampak.
“Di sini ternyata banyak sekali yang terdampak kalau diperlakukan sterilisasi. Salah satunya dampak ekonomi yang dirasakan warga masyarakat ternyata lebih banyak,” kata Kevin saat sidak, Rabu, 30 September 2026.
Berdasarkan informasi yang diterima Komisi III di lapangan, pendapatan juru parkir di kawasan tersebut berkisar Rp200 ribu hingga Rp500 ribu per hari. Menurut Kevin, angka tersebut menunjukkan adanya aktivitas ekonomi yang perlu diperhitungkan dalam pengambilan kebijakan.
Ia mengatakan, dampak ekonomi tidak hanya dirasakan oleh juru parkir. Pelaku UMKM yang selama ini mendapatkan manfaat dari aktivitas masyarakat dan wisatawan di sekitar Masjid Zayed juga perlu diperhitungkan dalam penataan.
Komisi III juga mencermati opsi apabila juru parkir yang terdampak nantinya dipindahkan ke kawasan Gilingan. Pasalnya, di kawasan tersebut telah terdapat paguyuban parkir lain dengan jumlah anggota sekitar 24 orang.
Kevin menilai kondisi tersebut perlu dibahas agar relokasi tidak menimbulkan persoalan baru, terutama terkait pengelolaan dan pembagian pendapatan parkir. Karena itu, penyelesaian menurutnya harus melibatkan pemerintah dan kelompok masyarakat yang terdampak.
“Pastinya dalam minggu ini kita kejar untuk penyelesaian masalah secara persuasif. Warga diuntungkan, pemerintah juga diuntungkan tentunya,” ujarnya.
Menurut Kevin, Komisi III memahami kawasan Masjid Zayed merupakan salah satu tujuan wisata di Kota Surakarta. Karena itu, aspek ketertiban dan penataan kawasan tetap perlu diperhatikan, termasuk keberadaan spanduk penolakan yang terpasang di sekitar lokasi.
“Kita selaku pemerintah memberi tanggung jawab, memberi rasa aman kepada warga bahwa dalam mata pencaharian dan program sinergi pemerintah di sini, kita utamakan Kota Surakarta sebagai kota wisata,” ujarnya.
Kevin mengatakan Komisi III akan mendorong pembahasan bersama Pemerintah Kota Surakarta dalam pekan ini. Penyelesaian secara persuasif diharapkan dapat menemukan titik temu antara kebutuhan penataan kawasan Masjid Zayed dan keberlangsungan ekonomi masyarakat.
Melalui sidak tersebut, Komisi III meminta dampak terhadap warga menjadi bagian dari pembahasan sebelum kebijakan sterilisasi diterapkan. Penataan kawasan diharapkan tetap berjalan dengan solusi yang dapat diterima pemerintah maupun masyarakat terdampak. (Ryan Assyidiqi)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....