Wakil Ketua DPRD Minta Spanduk Penolakan Sterilisasi Parkir Masjid Zayed Dicopot
- 01 Okt 2026 16:24 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Anggota DPRD Kota Surakarta Ardianto Kuswinarno meminta warga RW 13 Rejosari menurunkan spanduk penolakan sterilisasi parkir di Jalan Mentawai sisi barat Masjid Raya Sheikh Zayed. Menurutnya, spanduk tersebut perlu diturunkan agar kawasan masjid tetap memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang datang untuk beribadah maupun berwisata religi.
Ardianto mengatakan, keberadaan spanduk di sekitar Masjid Raya Sheikh Zayed berpotensi menimbulkan persepsi berbeda bagi masyarakat dari luar daerah yang datang ke Solo. Ia menegaskan, persoalan yang terjadi merupakan persoalan penataan parkir dan bukan konflik terkait kehidupan keagamaan.
“Saya menyarankan hari ini supaya diturunkan. Tujuan saya karena ini wisata religi. Namanya masjid kan bisa wisata religi,” kata Ardianto setelah menemui warga RW 13 Rejosari.
Ia berharap Ketua Paguyuban Warga Rejosari RW 13 dapat mempertimbangkan permintaan tersebut. Ardianto juga menyebut warga masih akan membahas usulan itu bersama paguyuban sebelum mengambil keputusan.
Selain persoalan spanduk, Ardianto mendorong adanya pertemuan antara warga RW 13 dengan Wali Kota Surakarta. Pertemuan tersebut dinilai penting untuk menyelesaikan kemungkinan adanya miskomunikasi mengenai penataan parkir di kawasan Masjid Raya Sheikh Zayed.
“Saya berharap panjenengan bisa ketemu dengan Mas Wali di lain hari supaya nanti miskomunikasi seperti ini bisa selesai dengan kepala dingin,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Warga Rejosari RW 13, Lanyono, mengatakan warga belum bersedia menurunkan spanduk selama belum ada solusi yang dianggap jelas mengenai penolakan sterilisasi Jalan Mentawai. Menurutnya, spanduk tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi warga.
Lanyono mengatakan warga akan menurunkan spanduk apabila pemerintah memutuskan tidak melakukan sterilisasi di Jalan Mentawai sisi barat. Ia menyebut penolakan terhadap sterilisasi tersebut masih menjadi sikap warga RW 13.
“Kalau belum ada solusi yang jelas, kami tidak akan mencopotnya. Kalau masih hanya win-win solution yang teoristik yang beliau sampaikan, kita belum bisa menerima,” kata Lanyono.
Ia menegaskan, warga RW 13 tidak ingin dipindahkan begitu saja ke wilayah lain. Lanyono juga menyampaikan bahwa sebagian besar juru parkir di wilayahnya merupakan warga berusia lanjut sehingga pilihan pekerjaan mereka terbatas.
“Yang hampir 90 persen itu para sesepuh-sepuh, tidak bisa kerja,” ujarnya.
Lanyono mengatakan warga tetap membuka ruang koordinasi apabila pemerintah melakukan penataan kawasan parkir. Namun, warga meminta agar pengaturan tersebut tidak langsung menghilangkan sumber penghasilan masyarakat yang selama ini bekerja di sekitar kawasan Masjid Raya Sheikh Zayed. (Ryan Assyidiqi)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....