Warga Rejosari Tolak Sterilisasi Parkir Kawasan Masjid Zayed
- 01 Okt 2026 06:21 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Warga Rejosari RW 13 menolak rencana sterilisasi parkir di Jalan Mentawai, sisi timur Masjid Raya Sheikh Zayed Solo. Penolakan disampaikan dengan memasang sejumlah spanduk di kawasan parkir yang selama ini dikelola warga.
Ketua Paguyuban Warga Rejosari RW 13, Lanyono, mengatakan warga menerima informasi adanya rencana sterilisasi dari Dinas Perhubungan Kota Surakarta. Warga menilai kebijakan tersebut akan berdampak langsung terhadap masyarakat yang selama ini bergantung pada aktivitas parkir di kawasan tersebut.
“Ada sterilisasi hari ini, nggih. Itu yang kami terima informasinya dari Dishub. Kami menolak,” kata Lanyono ditemui di lokasi, Selasa, 29 September 2026.
Lanyono mengatakan, saat pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed, pengelolaan kawasan tersebut telah melibatkan dan diserahkan kepada masyarakat terdampak. Menurutnya, paguyuban yang mengelola parkir merupakan kelompok warga dan bukan organisasi masyarakat.
“Karena kami sebagai warga terdampak. Janjinya dari pihak Sheikh Zayed dulu seperti apa, intinya kan dikembalikan ke masyarakat. Paguyuban ini warga, bukan ormas,” ujarnya.
Ia menyebut terdapat sekitar 56 juru parkir yang terdampak apabila sterilisasi dilakukan. Selain kehilangan pekerjaan, warga menilai penataan tersebut dapat memengaruhi ekosistem ekonomi dan kegiatan sosial yang selama ini dibiayai dari aktivitas parkir.
“Ada 56 orang jukir. Kalau disteril pertama, pengangguran bisa terjadi. Kedua, ekosistem kita mati. Karena kita kan tidak hanya melulu masalah teman-teman parkir, tapi untuk bayar retribusi kemudian, ekosistem kita banyak,” kata Lanyono.
Menurutnya, aktivitas warga di kawasan tersebut juga mendukung sejumlah kegiatan lain, seperti pengelolaan 14 titik CCTV, kebersihan, Satgas Binamitra, pemberian beasiswa, hingga program Jumat Berkah. Lanyono mengatakan seluruh kegiatan tersebut memiliki pembukuan yang siap ditunjukkan kepada pihak terkait.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Surakarta Taufiq Muhammad membenarkan adanya penataan parkir di kawasan Jalan Mentawai. Namun, ia menjelaskan sterilisasi hanya akan dilakukan pada sisi barat Jalan Mentawai untuk mendukung akses keluar-masuk kendaraan dari area masjid.
“Jalan Mentawai itu kan ada dua lajur. Yang sebelah timur masih diizinkan untuk parkir sepeda motor. Sedangkan yang sebelah barat disterilkan karena untuk akses keluar-masuk,” jelas Taufiq.
Taufiq mengatakan, rencana tersebut telah disosialisasikan selama dua hari setelah adanya arahan dari Wali Kota Surakarta. Parkir kendaraan nantinya diarahkan masuk ke area Masjid Raya Sheikh Zayed dan lahan eks Denbekang yang telah disiapkan.
“Parkir diarahkan masuk ke dalam masjid dan ke eks Denbekang. Itu skenario yang kemarin kita sosialisasikan,” ujarnya.
Meski demikian, penataan tersebut belum sepenuhnya berjalan karena pengelola parkir di Jalan Mentawai masih menyampaikan penolakan. Pihak pengelola juga meminta waktu dan berharap dapat kembali dipertemukan dengan Wali Kota Surakarta untuk membahas rencana tersebut.
“Dari pihak pengelola yang di Mentawai masih menolak. Mereka minta waktu dulu dan tadi meminta untuk sosialisasi ke Pak Wali,” kata Taufiq.
Taufiq menambahkan, rambu larangan parkir di kawasan tersebut selama ini belum sepenuhnya diterapkan karena aktivitas parkir bersifat insidental. Namun, sisi barat Jalan Mentawai akan ditata untuk memastikan kelancaran akses kendaraan keluar dan masuk area Masjid Raya Sheikh Zayed.
“Dulu waktu rapat ada arahan dari Pak Wali bahwa Jalan Mentawai sisi barat disterilkan karena memang untuk alur keluar-masuk kendaraan yang di dalam masjid. Sebab, di dalam masjid juga dibuka untuk parkir umum. Kalau dulu kan belum untuk umum,” ucapnya. (Ryan Assyidiqi)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....