Nalar Pemilih Jadi Kunci Demokrasi Berkualitas Wonogiri
- 30 Sep 2026 09:15 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Wonogiri - Proses pemilu tidak hanya berlangsung selama lima menit di dalam bilik suara. Di balik waktu singkat tersebut, terdapat rangkaian tahapan panjang yang menentukan kualitas demokrasi dan arah bangsa untuk lima tahun ke depan.
Anggota KPU Wonogiri, Doni Hafidhian, mengatakan masyarakat perlu memahami bahwa memilih bukan sekadar datang ke TPS dan mencoblos. Menurutnya, proses pemilu telah dimulai jauh sebelum pemilih berada di bilik suara.
“Kita nyoblos cuma 5 menit iya betul 5 menit kita nyoblos selesai padahal di belakang 5 menit itu banyak proses-proses yang harus kita lalui,” ujarnya, Senin 28 September 2026.
Ia menjelaskan, berbagai tahapan seperti penetapan daftar pemilih tetap, pencocokan dan penelitian data pemilih, hingga pencalonan dan kampanye menjadi bagian dari proses panjang sebelum pemungutan suara.
Doni menilai pemilih perlu menggunakan nalar secara sehat dengan mempelajari visi, misi, serta program para calon. Dengan demikian, pilihan yang diberikan di TPS tidak hanya didasarkan pada faktor sesaat.
“Mendalami visi misi calon dan sebagainya itu diharapkan pemilih-pemilih cerdas itu bisa menggunakan nalar nalar-nalar beliau-beliau semua untuk bisa memilih di TPS,” ucapnya.
Menurutnya, pemilih juga perlu memahami konsekuensi dari pilihan yang diberikan. Sebab, lima menit di bilik suara dapat menentukan arah kebijakan pemerintahan dalam lima tahun berikutnya.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Wonogiri, Mayaris Kusdi, mengatakan kualitas nalar pemilih juga berkaitan erat dengan pendidikan politik dan kesadaran masyarakat untuk menolak praktik politik uang.
Ia menyebut Bawaslu masih menemukan laporan dugaan politik uang pada momentum Pemilu 2024 maupun Pilkada. Namun, penanganan setiap laporan harus melalui tahapan pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Banyak cuman karena memang di tahun 2024 kemarin belum adanya apa syarat formil dan material di gakumdu penuhi jadi di situ ditangguhkan untuk pemilu,” katanya.
Mayaris menambahkan, pada masa tenang Pilkada, Bawaslu juga menerima sejumlah laporan dari beberapa kecamatan. Setiap laporan harus melalui proses penerimaan, registrasi, analisis, hingga pembahasan bersama Sentra Gakkumdu.
Ia menegaskan, pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara. Masyarakat juga memiliki peran penting untuk memastikan pilihan politik diberikan secara sadar, bebas dari tekanan, serta tidak dipengaruhi praktik politik uang.
Dengan pemilih yang memahami proses demokrasi dan mampu menggunakan nalar secara kritis, lima menit di bilik suara diharapkan benar-benar menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas demokrasi di Wonogiri. (Ase)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....