Sewindu Bawaslu Karanganyar: Raih Prestasi Nasional Perkuat Desa
- 12 Agt 2026 17:18 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar - Memasuki usia delapan tahun atau sewindu, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Karanganyar menorehkan sejumlah capaian kinerja membanggakan di tingkat nasional. Lembaga pengawas pemilu di Bumi Intanpari ini sukses menyabet peringkat kedua nasional untuk kategori Kampung Pengawasan yang dinilai dari 514 Bawaslu kabupaten dan kota se-Indonesia.
Ketua Bawaslu Kabupaten Karanganyar, Nuning Ritwanita Priliastuti, menyampaikan capaian tersebut merupakan buah dari komitmen memperkuat pengawasan partisipatif berbasis masyarakat pedesaan. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 31 Kampung Pengawasan telah terbentuk di Karanganyar, mencakup 12 Desa Pengawasan Pemilu dan 19 Desa Anti Politik Uang.
"Meski di masa post electoral, kami tidak hanya berada di balik meja. Kami terus melakukan sambang desa dan konsolidasi di semua tingkatan. Harapannya jumlah Kampung Pengawas terus bertambah hingga akhir tahun. Setidaknya menjadi dua kali lipat dari yang sekarang," kata Nuning Ritwanita Priliastuti dalam jumpa pers Hari Ulang Tahun Bawaslu Kabupaten/Kota se-Indonesia ke-8 di Sekretariat Bawaslu Karanganyar, Rabu 12 Agustus 2026.
Nuning menambahkan, Bawaslu Karanganyar juga berhasil menempati peringkat pertama nasional nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) untuk kategori satuan kerja baru, meraih predikat mutu A layanan publik dengan Indeks Kepuasan Masyarakat sebesar 3,64 atau setara 91,00 pada semester pertama 2026, serta masuk jajaran 10 besar poster terbaik kehumasan tingkat Jawa Tengah.
"Secara visual, angka 8 membentuk garis tak terputus atau infinity. Hakikatnya sewindu usia Bawaslu Karanganyar tidak pernah berhenti melakukan kerja pengawasan dan penguatan demokrasi. Kami bergerak aktif melindungi hak sipil warga negara," ucapnya.
Dalam menjaga hak sipil masyarakat pascapemilu, Bawaslu Karanganyar tetap membuka posko aduan bagi warga yang belum masuk data pemilih berkelanjutan maupun masyarakat yang namanya dicatut secara sepihak sebagai anggota partai politik.
Guna menghadapi tantangan Pemilu 2029, Bawaslu Karanganyar meluncurkan sejumlah program penguatan kapasitas internal dan eksternal, di antaranya program Bawaslu Membelajarkan Volume II yang akan bergulir September mendatang dengan cakupan 10 klaster utama dan 30 topik pembelajaran, termasuk fokus pada netralitas ASN dan perangkat desa.
"Ini ikhtiar menciptakan ekosistem pembelajaran yang tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga membangun budaya belajar di lingkungan Bawaslu. Kalau pada Volume I di akhir 2025, pemateri hanya melibatkan Bawaslu tingkat provinsi. Kini pemateri juga berasal dari 514 kabupaten/ kota," kata Nuning.
Selain program pembelajaran, Bawaslu Karanganyar juga tengah menyusun buku Penanganan Pelanggaran Jilid II yang ditargetkan rampung Desember 2026, memperluas diseminasi hukum melalui kelas tematik, program Nyemplung Pawiyatan di sekolah, serta menjalin 42 kerja sama strategis. Rangkaian peringatan sewindu ini turut dilengkapi dengan aksi sosial pemeriksaan kesehatan gratis bagi 200 warga dan insan media bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat.
"Pengawasan yang optimal membutuhkan fisik dan mental jajaran yang sehat. Melalui cek kesehatan gratis ini, kami ingin mengapresiasi kawan media serta masyarakat yang setia menjadi mitra Bawaslu," ujar Nuning.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....