Disdikbud Matangkan Modul-TOT Guru sebelum Terapkan Pendidikan Berlalulintas

  • 20 Sep 2026 22:06 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SRAGEN — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sragen tengah mematangkan modul ajar pendidikan keselamatan berlalu lintas pasca penandatanganan kerja sama dengan Polres Sragen. Penerapan materi ini akan didahului dengan pelatihan Training of Trainers (TOT) atau Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi para guru sebelum resmi diajarkan di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Sekretaris Disdikbud Kabupaten Sragen, Sukisno, menyampaikan bahwa program ini diprioritaskan untuk jenjang SMP karena banyaknya siswa di tingkat tersebut yang sudah mulai berinteraksi dengan lalu lintas dan menggunakan kendaraan bermotor.

"Implementasinya diterapkan di SMP terlebih dahulu dengan pertimbangan memang usia SMP yang banyak menggunakan fasilitas jalan, terutama kendaraan bermotor," ujar Sukisno, Minggu 20 September 2026.

Saat ini, pihak Disdikbud bersama tim dari Satlantas Polres Sragen telah menyusun draf modul ajar. Sebelum modul tersebut difinalisasi dan diterapkan di sekolah, Disdikbud akan menggelar Bimtek atau TOT bagi perwakilan guru dari setiap sekolah.

Rencananya, pelatihan tersebut dibagi ke dalam tiga kelompok kerja (Pokja) wilayah, yakni Wilayah Barat, Timur, dan Tengah. Masing-masing Pokja akan diikuti sekitar 30 sekolah.

"Istilahnya kita TOT dulu, per sekolah satu guru. Nanti harapannya dari guru yang disiapkan dalam TOT tersebut dapat mendesiminasikan atau menyebarkan materi itu ke guru-guru lain di sekolahnya masing-masing," jelasnya.

Masuk Skema Kokurikuler dengan Penilaian

Materi keselamatan berlalu lintas ini tidak hanya disajikan dalam bentuk teori di kelas, melainkan juga praktik langsung. Siswa akan dibekali tata cara berkendara yang benar, etika menyeberang jalan, hingga pemahaman risiko di jalan raya.

Pengajarannya diutamakan dilakukan langsung oleh guru sekolah secara berkala dalam kegiatan kurikuler, misalnya setiap hari Sabtu atau seminggu sekali. Pihak Satlantas Polres Sragen juga akan memberikan pendampingan atau sesekali hadir sebagai pemateri tamu.

"Ini masuk dalam kegiatan eksrakulikuler dan ada penilaian atau asesmen. Jadi anak-anak betul-betul menganggap ini penting, tidak sekadar didengarkan lalu selesai tanpa bekas," kata Sukisno lebih lanjut.

Program ini direncanakan mulai berjalan pada tahun ajaran ini setelah seluruh persiapan modul dan pelatihan guru tuntas dilaksanakan.

Sebelumnya, komitmen penguatan budaya tertib lalu lintas ini ditandai melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Polres Sragen dan Disdikbud Kabupaten Sragen di Hall Sibara Polres Sragen, Senin (14/9).

Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, menegaskan bahwa penanaman disiplin lalu lintas sejak dini merupakan bagian dari pendidikan karakter. Penegakan hukum saja tidak cukup tanpa dibarengi edukasi etika dan kesadaran keselamatan jalan bagi generasi muda. MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....