Tekan Angka Kecelakaan, Keselamatan Berlalu Lintas Masuk Kurikulum SMP di Sragen

  • 19 Sep 2026 18:51 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SRAGEN - Keselamatan berlalu lintas kini resmi masuk dalam kurikulum pendidikan tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Sragen. Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kepolisian Resor (Polres) Sragen bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sragen di Hall Sibara Polres Sragen, Senin 14 September lalu.

Kerja sama ini menjadi terobosan baru dalam menanamkan kesadaran serta budaya tertib lalu lintas sejak dini bagi para generasi muda.

Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari menegaskan, upaya menciptakan keselamatan di jalan raya tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum semata. Pendidikan karakter sejak usia sekolah menjadi kunci utama pembentukan perilaku pengguna jalan yang disiplin.

“Keselamatan berlalu lintas bukan semata-mata persoalan penegakan hukum, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter dan pembentukan budaya disiplin dalam masyarakat,” ujar AKBP Dewiana, dalam keterangan tertulis yang diterima rri.co.id Sabtu 19 September.

Lebih lanjut Kapolres menjelaskan, materi keselamatan yang diajarkan tidak terbatas pada pengenalan rambu lalu lintas, melainkan mencakup penggunaan perlengkapan keselamatan, pemahaman risiko berkendara, hingga etika menghormati sesama pengguna jalan.

Skema program ini diawali dengan pembentukan tim penyusun materi ajar, dilanjutkan dengan pelatihan Training of Trainers (ToT) bagi para guru kokurikuler SMP se-Kabupaten Sragen. Melalui ToT tersebut, para guru diharapkan menjadi motor penggerak edukasi keselamatan di sekolah masing-masing.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen, Purwanti, M.Pd., menyambut positif sinergi lintas instansi ini. Ia menilai, pendidikan keselamatan merupakan kebutuhan mendesak mengingat banyaknya aktivitas anak usia sekolah yang menggunakan kendaraan di jalan raya.

“Program ini sangat penting karena pendidikan karakter dan keselamatan harus ditanamkan sejak dini. Kami mendukung penuh pengembangan kurikulum ini agar dapat diterapkan secara berkesinambungan di sekolah,” kata Purwanti.

Penandatanganan PKS ini turut dihadiri pejabat utama Polres Sragen, jajaran Disdikbud, serta para Kepala SMP negeri dan swasta se-Kecamatan Sragen Kota. Melalui integrasi kurikulum ini, diharapkan budaya tertib lalu lintas dapat tumbuh dari ruang kelas hingga menjadi kebiasaan nyata di jalan raya. MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....