Refleksi HUT Lalu Lintas, Eks Kakorlantas Agus Suryonugroho Tekankan Keselamatan
- 20 Sep 2026 18:37 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Mantan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol (Purn) Dr. Agus Suryonugroho, membagikan refleksinya dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Lalu Lintas Bhayangkara. Purnawirawan jenderal bintang dua ini menekankan pentingnya menjaga keselamatan di jalan raya demi melindungi nyawa dan masa depan keluarga para pengguna jalan.
Agus mengingatkan keselamatan berlalu lintas tidak boleh hanya mengandalkan aturan hukum, rambu-rambu, mau pun penindakan tilang. Menurutnya, kesadaran dari setiap individu untuk saling menjaga dan peduli merupakan kunci utama dalam meminimalisir angka kecelakaan di jalan raya.
“Jalan raya bukan sekadar ruang yang mempertemukan kendaraan dan manusia. Jalan raya menjadi bagian dari perjalanan kehidupan,” kata Irjen Pol (Purn) Agus Suryonugroho dalam pers rilis yang diterima RRI, Minggu 20 September 2026.
Mantan Wakapolda Jateng tersebut menekankan bahwa kehadiran Polisi Lalu Lintas (Polantas) tidak sekadar menjalankan fungsi penegakan hukum di lapangan. Polantas harus hadir sebagai pengayom, pelindung, serta sahabat masyarakat dalam membangun budaya tertib berlalu lintas.
“Polantas tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum. Polantas juga hadir sebagai pelindung, pengayom, penolong, sekaligus sahabat masyarakat,” ujar Agus.
Agus juga mengimbau jajaran kepolisian agar tidak mengukur indikator keberhasilan tugas semata-mata dari banyaknya lembaran surat tilang yang dikeluarkan. Ia menegaskan bahwa setiap angka dalam laporan kecelakaan lalu lintas mewakili kehidupan nyata dan derita keluarga yang ditinggalkan.
“Satu korban kecelakaan bukan sekadar satu angka dalam laporan. Selama masih ada keluarga yang kehilangan orang tercinta akibat kecelakaan lalu lintas, perjuangan keselamatan jalan belum selesai,” kata Agus.
Secara khusus, purnawirawan asal Boyolali ini memberikan pesan kepada para pengemudi ojek online (ojol) yang sehari-hari beraktivitas di jalan raya. Ia mengingatkan para pengemudi ojol agar tidak mengabaikan faktor keselamatan di tengah tekanan waktu dan target pendapatan harian.
“Keberanian bukan berarti memacu kendaraan secepat mungkin. Keberanian justru muncul ketika seseorang mampu menahan diri, menjaga kecepatan, memakai perlengkapan keselamatan, dan memilih berhenti ketika kondisi tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan,” ucapnya.
Mengakhiri refleksinya, Agus berpesan bahwa apa pun alasan atau tujuan seseorang melakukan perjalanan di jalan raya, keselamatan harus selalu ditempatkan sebagai prioritas tertinggi agar dapat kembali ke rumah dengan selamat.
“Jangan pernah menganggap keselamatan sebagai urusan orang lain. Sebab setiap perjalanan membawa seseorang menuju orang-orang yang mencintainya,” ujar Agus.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....