Pemkot Solo Mulai Siapkan Alih Kelola Museum Tahir dari Tahir Foundation
- 16 Sep 2026 14:34 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta menyiapkan pengelolaan Museum Tahir setelah masa pengelolaan oleh Tahir Foundation sesuai kesepakatan selama satu tahun. Pemkot Solo merencanakan pengelolaan museum berada di bawah UPT Museum, sementara opsi pengembangan menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) masih dikaji.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surakarta, Budi Murtono mengatakan, Pemkot Solo diminta segera menyiapkan personel untuk mengikuti proses transfer pengetahuan (transfer knowledge) dan tata kelola museum. Langkah tersebut ditujukan agar pengelolaan selanjutnya tetap mengikuti standar yang telah dibangun Tahir Foundation.
“Tahir mengelola ini selama satu tahun. Nanti mereka meminta Pemkot untuk segera menyiapkan personel untuk transfer knowledge-nya seperti apa,” katanya usai pertemuan dengan Tahir Foundation, Rabu 16 September 2026.
Budi menambahkan, personel Pemkot nantinya akan dilibatkan dalam tata kelola museum untuk memahami sistem pengelolaan yang telah berjalan. Pemkot berharap proses alih pengetahuan antara Tahir Foundation dan Pemkot dapat berlangsung dengan baik.
“Kita diharapkan segera menyiapkan SDM untuk ikut bergabung di tata kelola di sana,” kata Budi.
Untuk bentuk kelembagaan, Budi menyebut rencana awal Pemkot adalah menempatkan Museum Tahir di bawah UPT Museum. Namun, kemungkinan pengelolaan dengan pola BLUD masih dalam tahap kajian.
“Kalau kemarin di internal kita, ini akan dikelola di bawah UPT Museum. Ini kita masih kaji apakah nanti berubah menjadi BLUD atau tidak,” ujarnya.
Budi menambahkan, tingkat kunjungan Museum Tahir berdasarkan informasi yang diterimanya masih cukup tinggi. Pada akhir pekan, jumlah pengunjung disebut dapat mencapai sekitar 2.000 orang, sedangkan hari biasa berkisar 500 hingga 1.000 pengunjung.
Terkait koleksi fosil dinosaurus yang dipinjam dari China, Budi mengatakan masa peminjaman koleksi tersebut selama enam bulan. Setelah masa peminjaman berakhir, pengembalian fosil asli dan kemungkinan penggantian koleksi masih menjadi pembahasan.
“Tadi mereka menawarkan kan museum itu punya jaringan. Nah, itu nanti akan ditawarkan kerja sama dengan museum-museum yang lainnya.” (Reza)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....