Sebanyak 84 Laporan Kekerasan Anak Ditangani UPTD PPA Surakarta
- 15 Sep 2026 16:23 WIB
- Surakarta
RRI .CO.ID, Surakarta - Sebanyak 84 laporan kasus kekerasan terhadap anak telah masuk dan ditangani UPTD Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak atau PPA Kota Surakarta sepanjang 2026.
Kepala UPTD PPA Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Surakarta, Siti Tatqiroh, mengatakan, laporan tersebut berasal dari berbagai bentuk kasus kekerasan, sehingga tidak hanya berkaitan dengan perundungan atau bullying.
Menurutnya, meningkatnya jumlah laporan justru menunjukkan tumbuhnya keberanian masyarakat untuk melaporkan kasus kekerasan yang terjadi terhadap anak. Masyarakat juga dinilai semakin memahami ke mana harus menyampaikan laporan ketika menemukan atau mengetahui adanya dugaan kekerasan terhadap anak.
“Kalau total keseluruhan memang dari kami itu, dari hari ke hari memang menunjukkan suatu progres yang baik dalam artian keberanian . Untuk melapor ke kami itu semakin meningkat seperti itu. Itu ditunjukkan dengan angkanya yang mungkin sampai hari ini itu ada sekitar 84. 84 laporan itu dari berbagai jenis Kasus kekerasan. Jadi bukan hanya Bullying aja, “ujar Siti Tatqiroh saat dialog interaktif di RRI Selasa, 15 September 2026
Siti mengatakan, pihaknya terus mendorong keberanian tersebut melalui kampanye 3-L, yakni Lawan, Lapor dan Lindungi.
Lawan berarti berani mengambil sikap terhadap kekerasan. Lapor dilakukan dengan menyampaikan kasus kepada pihak yang memiliki kewenangan. Sedangkan lindungi berarti memastikan korban mendapatkan perlindungan dan pendampingan yang dibutuhkan.
Dalam setiap laporan yang masuk, UPTD PPA lebih menitikberatkan penanganan pada kondisi dan kebutuhan anak. Proses diawali dengan asesmen dan observasi untuk melihat kondisi psikologis anak serta kebutuhan pendampingannya.
Pendampingan diberikan sesuai kebutuhan hingga anak dinilai dapat kembali pulih dan menjalani aktivitas secara normal. Hak anak untuk memperoleh pendidikan, perlindungan, serta lingkungan belajar yang aman dan nyaman juga harus tetap dipastikan.
Karena itu, keberanian melapor juga perlu diikuti dengan dukungan dari keluarga, sekolah dan masyarakat.Anak yang mengalami kekerasan terkadang memilih diam karena takut tidak dipercaya, malu, atau khawatir justru dimarahi. Perubahan perilaku anak, termasuk menjadi murung atau menurunnya semangat belajar, perlu menjadi perhatian orang-orang terdekat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dwi Ariyatno, menegaskan pentingnya perubahan paradigma dalam proses pembelajaran. Menurutnya, suasana belajar harus dibangun secara aman dan nyaman agar mampu meningkatkan antusiasme serta motivasi siswa.
"Pendisiplinan tetap diperlukan, namun metode yang keras dan kasar dinilai tidak lagi relevan dengan kondisi anak saat ini," katanya dalam kesempatan sama.
Para guru, termasuk guru senior, juga perlu terus memperbarui pemahaman mengenai psikologi tumbuh kembang anak dan karakter generasi sekarang. Untuk itu, Dinas Pendidikan berencana memberikan pelatihan, workshop dan pemahaman mengenai metode pembelajaran serta komunikasi lintas generasi.
“Perlu dilatih dan dipahamkan kepada mereka bahwa cara dan metode untuk berinteraksi dengan dengan lintas generasi, kemampuan mereka (guru) untuk memahami. Karena karakter lintas generasi ini yang kemudian penting. Rencana kami akan kita lakukan pelatihan-pelatihan dan pemahaman terkait dengan berbagai hal yang terbaru terkait dengan teori-teori dan juga keilmuan tentang psikologi tumbuh kembang anak yang terbaru. Sehingga mereka memahami bagaimana harus menjalankan tugasnya sesuai dengan tuntutan saat ini, “ kata Dwi Ariyatno menjelaskan.
Penanganan kekerasan terhadap siswa tidak hanya berhenti pada pemberian sanksi. Yang lebih enting menurut Kadisdik adalah memastikan anak tetap terlindungi, mampu mengikuti pembelajaran dengan aman, dan mendapatkan pendekatan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan serta perkembangan zamannya. (Lidia)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....