Siswa SDN Harjodipuran Diduga Alami Kekerasan, Respati Siapkan Sanksi
- 10 Sep 2026 20:07 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Seorang siswa SD Negeri Harjodipuran, Surakarta, diduga mengalami perlakuan kekerasan oleh gurunya. Dugaan tersebut disampaikan orang tua siswa melalui media sosial Threads pada Rabu 9 September 2026.
Dalam unggahannya, orang tua siswa mengaku anaknya beberapa kali pulang dalam kondisi menangis setelah mendapatkan nilai rendah dan perlakuan yang dinilai tidak semestinya. Ia menyebut buku anaknya pernah dilempar dan anak tersebut disebut malas serta bodoh.
Orang tua siswa tersebut juga mengaku anaknya sempat tidak mau bersekolah dan merasa takut bertemu dengan gurunya. Menurutnya, kondisi tersebut berbeda ketika anak mengikuti les karena dinilai lebih percaya diri dalam mengikuti pembelajaran.
Selain itu, orang tua siswa mengungkapkan anaknya diduga pernah disentil telinganya karena belum menyelesaikan tugas matematika. Ia juga mengaku mendapat informasi mengenai dugaan perlakuan serupa terhadap sejumlah siswa lainnya.
“Saya menyadari anak saya kurang cepat, tapi kenapa harus dislentik sampai dia sakit hati menangis di belakang. Dia bilang, ‘guru harusnya baik ya, Mah’, dari situ saya benar-benar muak,” katanya dalam unggahan di media sosial.
Unggahan tersebut mendapat respons dari Wali Kota Surakarta, Respati Ardi. Respati meminta orang tua siswa menyampaikan detail sekolah dan kelas agar informasi tersebut dapat diperiksa oleh Dinas Pendidikan.
“Matur nuwun sudah bercerita, Mbak. Saya ikut prihatin. Sekolah harus jadi tempat yang aman dan nyaman untuk anak, termasuk dalam proses belajarnya,” kata Respati melalui kolom tanggapan.
Saat dikonfirmasi, Respati mengatakan Pemkot Surakarta akan mengecek langsung dugaan tersebut sebelum mengambil tindakan. Ia menegaskan sanksi tegas akan diberikan apabila dugaan perlakuan terhadap siswa tersebut terbukti.
“Langsung kita datangi benar tidak. Kalau memang kesalahan dari guru, kami akan kami sanksi tegas guru kami,” katanya saat ditemui di Gereja Bethany, Kamis 10 September 2026.
Proses pemeriksaan saat ini masih dilakukan dengan meminta keterangan dari pihak-pihak terkait. Menurutnya, informasi yang beredar di media sosial perlu dikonfirmasi untuk memastikan kejadian yang sebenarnya.
“Ini kita sedang mitigasi. Saya langsung datangi apakah betul seperti itu. Sosial media ini perlu kita cross check. Apabila terjadi benar, kita langsung sanksi gurunya,” ucapnya.
Pemkot Surakarta selanjutnya akan menindaklanjuti dugaan tersebut melalui Dinas Pendidikan dan pihak sekolah. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan fakta kejadian sekaligus menentukan langkah penanganan sesuai ketentuan yang berlaku. (Reza)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....