Edukasi Pola Asuh, Pemkot Solo Gelar Seceting di Taman Cerdas Gilingan
- 14 Sep 2026 14:56 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Pemerintah Kota Surakarta terus menggencarkan upaya penanganan dan penekanan angka kasus tengkes atau stunting melalui penyelenggaraan program Sekolah Cegah Stunting (Seceting). Kegiatan edukasi yang dirangkaikan dengan gerakan Ndulang Bareng ini diselenggarakan di Taman Cerdas Gilingan, Senin, 14 September 2026.
Program intervensi stunting kali ini secara khusus menyasar para orang tua serta pengasuh anak dari wilayah Kelurahan Gilingan dan Kelurahan Kestalan.
Melalui wadah ini, para peserta dibekali pemahaman komprehensif mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang dan tata cara pengasuhan anak yang benar.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Surakarta, Kristiana Hariyanti, menegaskan penanganan stunting tidak cukup hanya dengan menyalurkan bantuan bahan pangan.
Edukasi pola asuh menjadi krusial mengingat banyak anak yang sehari-harinya tidak diasuh langsung oleh ibu kandung mereka.
"Seceting itu Sekolah Cegah Stunting, ini salah satu upaya yang kami lakukan untuk bagaimana menangani stunting, paling tidak kita berupaya untuk menurunkan angka stunting. Ini banyak hal yang kita lakukan tidak hanya memberikan gizi tetapi juga salah satunya adalah pola asuh," ujar Kristiana.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Surakarta, Venessa Winastesia, menyampaikan aksi Ndulang Bareng disajikan untuk menggugah kesadaran orang tua agar lebih peka terhadap kebutuhan nutrisi masing-masing anak.
Mengingat setiap anak memiliki kebutuhan gizi yang berbeda, orang tua dituntut untuk terus belajar memahami asupan harian yang tepat.
"Harapannya kegiatan ini nanti bisa memberikan edukasi kepada orang tuanya yang mana kita sebagai orang tua itu harus tahu, harus aware nutrisi apa dan kandungan apa yang dibutuhkan oleh anak-anak kita," katanya.
Venessa menambahkan angka stunting di Kota Surakarta saat ini telah mengalami penurunan hingga mencapai kisaran 7 persen.
Guna menjaga keberlanjutan program penanganan gizi tersebut, ke depannya para penerima manfaat program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dahsyat) akan dialihkan ke program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari prioritas nasional. (Dania)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....