Tekan Stunting, Pemkot Solo Gelar Seceting di Taman Cerdas Nusukan
- 10 Sep 2026 19:41 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Pemerintah Kota Surakarta terus menggencarkan program Sekolah Cegah Stunting (Seceting) sebagai langkah strategis pengentasan masalah gizi buruk pada anak.
Kegiatan edukasi yang diselenggarakan di Taman Cerdas Nusukan pada hari Kamis, 10 September 2026, ini menyasar para orang tua yang memiliki balita dengan risiko stunting.
Pendekatan edukatif ini difokuskan pada perbaikan pola asuh gizi harian yang disampaikan oleh Ahli Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Nasional, dr. Endang Widhiyastuti.
Endang menilai gizi harian anak di rumah kerap terabaikan, terutama di lingkungan keluarga dari kelas menengah ke bawah.
Ia mengatakan ketersediaan bahan makanan di rumah nyatanya belum cukup menjamin kecukupan gizi anak apabila tidak diimbangi dengan pengetahuan pengolahan pangan dan kedisiplinan pemberian makan dari orang tua.
"Salah satu resikonya anak itu stunting biasanya meskipun mereka sudah punya makanan yang baik, ternyata pola asuh pemberian makanannya itu rata-rata kurang baik. Sehingga program ini membuka wacana mereka untuk diskusi langsung dengan pakar," kata dr. Endang.
Dalam sosialisasi tersebut, tim pakar gizi berupaya menghapus stigma di masyarakat yang sering menganggap pemenuhan protein hewani harus selalu menggunakan daging sapi dengan harga mahal.
Kebutuhan protein harian untuk mengejar ketertinggalan berat badan anak sejatinya bisa dipenuhi melalui bahan pangan lokal yang sangat terjangkau.
"Untuk mencegah stunting, protein hewani itu yang murah-murah saja tidak harus daging. Satu sampai dua butir telur setiap hari saja kenaikan berat badannya sudah signifikan, lalu bisa ikan lele yang gizinya sebenarnya sama seperti salmon," ujarnya.
| Baca juga: MBG Tingkatkan Gizi Cegah Stunting |
Fase kritis pencegahan stunting ditekankan berada pada periode usia anak di bawah dua tahun (baduta) atau seribu hari pertama kehidupan.
Pada masa emas ini, pendampingan asupan nutrisi harus dilakukan secara maksimal karena masih sangat memungkinkan bagi anak untuk mengejar standar pertumbuhan normal.
Pemerintah daerah berharap, perbaikan literasi gizi melalui pendekatan Seceting ini dapat menyelesaikan pekerjaan rumah terkait malnutrisi secara bertahap.
Penanganan yang serius sejak dini menjadi syarat mutlak agar kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia ke depannya tidak terhambat oleh masalah stunting. (Dania)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....